Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Perkara Gugat Cerai di Pengadilan Agama Pemalang Tahun 2016

SKRIPSI HKI

Perkara Gugat Cerai di Pengadilan Agama Pemalang Tahun 2016

Titoe Tennisia (2011113053) - Nama Orang; Dr. Hj. Siti Qomariyah, M.A - Nama Orang;

Penelitian ini berusaha mengungkap problematika yang dahulu tabu dimasyarakat
namun sekarang malah menjadi hal yang biasa terjadi yaitu perceraian. Penelitian
ini penelitian berusaha membandingkan perceraian yaitu antara cerai talak dan
cerai gugat yang terjadi di Pengadilan Agama Pemalang. Pertayaan utama yang
ingin dijawab melalui penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang melatar
belakangi para istri mengajukan cerai gugat di PA pemalang tahun 2016?
Melalui penelitian kualitatif, peneliti berusaha untuk mengungkap fokus
permasalahan diatas. Dengan metode tersebut Peneliti juga akan menggunakan
data serta melakukan wawancara kepada narasumber sesuai dengan data yang
peneliti butuhkan. Dan untuk mendukung penelitian ini, peneliti juga mencari
sumber-sumber/ literature yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Dan
untuk menguji hasil temuan data tersebut maka peneliti menganalisis data dengan
menggunakan kerangka teoritik yang peneliti susun.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa cerai gugat lebih mendominasi jika
dibandingkan denga cerai talak. Pengadilan Agama Pemalang Pada tahun 2016
telah menangani cerai talak sebanyak 836 perkara, sedangkan cerai gugat
sebanyak 2500 perkara,. Adapun faktor perceraian yang menjadi alasan
diputuskannya suatu perkara pada tahun 2016, dilatar belakangi oleh faktor
ekonomi, tidak ada keharmonisan, tidak adanya tanggungjawab dalam rumah
tangga, tidak adanya tanggung jawab dalam rumah tangga, krisis akhlak/ moral,
penganiayaan atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), gangguan/ hadirnya
pihak ketiga, tidak ada keharmonisan. Perbedaan dalam hukum islam maupun
hukum positif adalah pada gugatan yang disampaikan dan akhirnya diputuskan
oleh majelis hakim dalam persidangan.


Ketersediaan
20SK2011005.00SK HKI 20.005 TEN pMy Library (lantai 3, Local Content)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK HKI 20.005 TEN p
Penerbit
Pekalongan : Jurusan S-1 Hukum Keluarga Islam FASYA IAIN Pekalongan., 2019
Deskripsi Fisik
xv, 102 hlm., 30 cm; Bibliografi
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2X4.33
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Hukum Islam
Pernikahan
Cerai Gugat
Cerai talak
cerai
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Titoe Tennisia (2011113053)
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik