Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

SKRIPSI IAT

Implementasi Surat Al-Kahfi Ayat 60-82 Dalam Tafsir Ash-Showi Tentang Menghormati Guru Di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan Jawa Timur

Hanadi (2031111004) - Nama Orang; Misbakhuddin, Lc, M.A - Nama Orang; Dr. Imam Khanafi, M.Ag - Nama Orang;

Kata Kunci: Implementasi Surat Al-Kahfi Ayat 60-82 Dalam Tafsir Ash-Showi di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan Jawa Timur.
Surat al-Kahfi ayat 60-82 merupakan salah satu surat yang berbicara tentang perjalanan Nabi Musa untuk mencari seorang hamba Allah yang diceritakan mempunyai pengetahuan dan ilmu yang lebih dari pengetahuan Nabi Musa, yaitu Nabi Khidir. Pada ayat-ayat tersebut dijelaskan kisah Nabi Musa menuntut ilmu dari Nabi Khidir yang memperoleh ilmu ladunni dari Allah sehingga berbagai perbuatannya tidak dipahami oleh Nabi Musa. Dari penjelasan mengenai surat al-Kahfi tersebut, maka dihubungkan dengan implementasi menghormati guru yang ada di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah. Kajian dalam skripsi ini, yaitu: tentang implementasi surat al-Kahfi ayat 60-82 dalam tafsir ash-Showi tentang menghormati guru di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah.
Penelitian didukung dengan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif (ucapan atau tulisan, dan pelaku yang dapat diamati dari subjek itu sendiri). Selain itu, data juga diperoleh melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut, peneliti menggunakan penelitian lapangan dengan teori Imam al-Ghazali, penulis akan melakukan analisis tentang bagaimana moral atau akhlāq seorang santri di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah kepada para asātiż dan asātiżāt, bagaimana cara mereka mengimplementasikan tradisi menghormati asātiż dan asātiżāt, kemudian apa tujuan mereka menghormati asātiż dan asātiżāt.
Hasil yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu: Sebagai seorang santri di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan Jawa Timur, menyadari bahwa kandungan surat al-Kahfi ayat 60-82 ini memberi pemahaman secara jelas, bahwa didalam surat al-Kahfi ayat 60-82 tersebut menceritakan tentang bergurunya Nabi Musa kepada Nabi Khidir. Dari seluruh keterangan tentang surat al-Kahfi ayat 60-82 tersebut, yang menunjukkan perintah menghormati guru adalah ayat 66-70, perbincangan antara Nabi Musa dan Nabi Khidir yang telah disebutkan didalam al-Qur’an surat al-Kahfi ayat 66-70 tersebut merupakan teladan yang baik dan adab bagi seorang murid didalam mengkhidmati dan menghormati gurunya. Sedangkan untuk awal dan akhir ayat dari materi ini yaitu ayat 60-65 dan 71-82 adalah sebuah cerita yang saling menyambung, sehingga apabila dihilangkan maka akan terpotong ceritanya. Para santri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah memahami surat al-Kahfi ayat 60-82 sebagai cerita yang dapat dijadikan panutan untuk mereka dalam menghormati guru yang ada di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, karena kandungan isi dari surat al-Kahfi ayat 60-82 tersebut banyak sekali perbuatan yang disuri tauladankan oleh Nabi Musa ketika berguru kepada
xv
Nabi Khidir, seperti bersabar dalam menuntut ilmu, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan sopan santun terhadap guru. Di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan Jawa Timur terbukti telah mengimplementasikan sikap yang disuri tauladankan oleh Nabi Musa ketika berguru kepada Nabi Khidir. Para santri di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan Jawa Timur sangat menghormati para asātiż dan asātiżāt disana, khususnya kepada ahlu al-bait yaitu keluarga besar dari Habib Hasan bin Ahmad Baharun selaku pendiri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah. Para santri di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah mengimplementasikannya dengan berbagai cara, seperti menaati tata tertib peraturan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, menjaga kebersihan lingkungan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah.


Ketersediaan
16SK1631007.00SK IAT 16.007 HAN iMy Library (Lantai 3 Skripsi)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK IAT 16.007 HAN i
Penerbit
Pekalongan : Prodi S-1 Ilmu Al Quran dan Tafsir Jurusan Ushuluddin dan Dakwah STAIN Pekalongan., 2016
Deskripsi Fisik
xv, 122hlm.; 21X30cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2X1.4
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Guru
Tafsir Al-Qur'an
Surat Al-Qur'an
Surat Al-Kahfi Ayat 60-82
Tafsir Ash-Showi
Info Detail Spesifik
Bibliografi : 123-126hlm
Pernyataan Tanggungjawab
Hanadi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik