Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Diskursus Munasabah Al Quran : Dalam Tafsir Al-Mishbah

BUKU

Diskursus Munasabah Al Quran : Dalam Tafsir Al-Mishbah

Hasani Ahmad Said - Nama Orang; Nur Laily Nusroh - Nama Orang;

PERAN MUNASABAH SEBAGAI INSTRUMEN PENAFSIRAN ALQURAN Munasabah Dalam Kajian Alquran Kajian ini berawal kenyataan bahwa sistematika urutan ayat-ayat atau surah-surah Alquran sebagaimana terdapat dalam mushaf Utsmani sekarang tidak berdasarkan pada kronologis turunnya. Kendati demikian, setiap kali ayat turun, Nabi memberitahu tempat ayat-ayat itu dari sistematika urutannya dengan ayat-ayat atau surah-surah yang lainnya sambil memerintah sahabatnya untuk menulisnya. Alquran adalah satu kesatuan yang memiliki keserasian (munasabah), seperti dalam Surah Al-Nisa (4):82.Dan Surah Hud (11):1. Didalam surah An-nisa ayat 82 menjelaskan bahwa Alquran memiliki kemukjizatan berupa hubungan antara bagian-bagiannya. Kemudian dalam surah Hud ayat 1, susunan Alquran laksana bangunan yang kokoh. Disatu pihak Alquran diidealisasi sebagai sistem nilai sakral dan transendental; sementara dipihak lain realitas sosial yang harus dibimbingnya begitu pragmatis, rasional dan materialistis. Oleh sebab itu seolah-olah nilai Alquran yang dialamatkan kepada manusia berhadap-hadapan dengan realitas itu. Oleh karena itu perlu adanya tafsir untuk mengungkap, menjelaskan, memahami, dan mengetahui prinsip-prinsip kandungan Alquran tersebut. Para ulama sepakat akan kemukjizatan Alquran. Meski demikian ada segelintir orang yang masih menyoal akan kemukjizatan Alquran, diantaranya seperti yang diungkap Musthafa Shadiq Al Rafi’I, yaitu Abu Ishaq Al Nazhzhan. Melacak Tradisi Awal Munasabah Diakui secara umum bahwa susunan ayat dan surah dalam Alquran memiliki keunikan yang luar biasa. Jika seseorang bertindak sebagai editor yang menyusun kembali kata-kata buku orang lain dan mengubah urutan kalimt tentu akan merubah seluruh intinya, seperti itulah Alquran yang tidak dapat diubah-ubah dari susunannya ataupun isinya. Rasullah mempunyai pernanan dominan dalam penetuan serta penyusunan ayat dan surah. Bukti lain misalnya, semasa hidup Rasullah banyak surah yang telah diketahui urutannya seperti tujuh surah yang panjang-panjang, surah-surah yang berawalan Ha Mim, Surah Mufashshal sehingga susunan berdasarkan kehendak dan petunjuk Rasullah jauh lebih besar dan yang berdasarkan Ijtihad amat sedikit. Ibnu Hashar, seperti yang dikutip oleh Al Zarkasyi, berpendapat bahwa penyusunan surah dan penempatannya berdasarkan wahyu, Rasullah memerintahkan untuk menempatkan ayat pada tempat yag telah ditentukan. Tidak diragukan lagi bahwa Alquran terdiri dari susunan ayat dan surah yang ayat-ayatnya diturunkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang membutuhkan. MUNASBAH PERSEPTIF PAKAR ILMUAN ALQURAN DARI KLASIK HINGGA PRA MODEREN Dalam berbagai kitab tafsir, kita banyak menemukan metode memahami Alquran yang berawal dari ulama generasi terdahulu. Kajian-kajian ini berkisar pada usaha-usaha menemukan diantaranya nilai-nilai sastra, fiqih, kalam, sufistik filosofis, dan pendidikan. Disisi lain, kajian mendalam berkenaan dengan munasabah Alquran telah sering dilakukan oleh ebberapa kalangan ulama ulum Alquran dari klasik sampai pra modern. Tokoh yang bisa dibilang pencetus pertama adalah Al Naisaburi. Namun, Muhammad Husain Al Dzahabi memaparkan bahwa karya ini sayangnya sudah tidak ditemukan lagi, paling tidak ada dua ulama klasik yang menjadikan acuan dalam pemikiran munasabah, yaitu Al Zakasyi dan Al Biqa’i. MUNASABAH DALAM TINJAUAN ILMUAN ALQURAN KONTEMPORER Sarjana kontemporer yang mempunyai banyak perhatian terhadap kajian Alquran Adalah Amin Al-Khuli, Muhammad Ahmad Khalafulloh, Aisyah Abdirahman Binti Al-Syiathi, Muhammad Aqkoun, Nashr Hamid Abu Zaid, Muhammad Abid Al-Jabiri, Hasan Hanafi, Muhammad Syahrur, Fazlurr Rahman, Mana Al-Qaththan, dan Said Hawa. J.J.G Jansen menyebutkan bahwa di Mesir dalam perkembangan tafsir Alquran telah diintroduksi oleh Muhammad Abduh dan Amin Al-Khuli. MENYOAL MUNASABAH: RESPONS TERHADAP KRITIK ILMUAN BARAT DAN ORIENTALIS Terjadi pergeseran cara pendang di kalangan sarjana terhadap Alquran sejak sebelum akhir abad XX. Beberapa nama ilmuan barat dan orientalis yang fokus terhadap Alquran antara lain; Theodor Noldeke (1835-1930), Goldhizer, Yosep Schat, Flugel, Blachere, Mingana, Joseph Puin, Richard Bell, dan W. Montgomery Watt. Sebelum masa Theodor Noldeke, ada orientalis yang bernama Abraham Geinger, dengan salah satu pemikirannya adalah tabut yang menurutnya tidak berasal dari bahasa Ibrani, yaitu jannatu dan jahannam, rabbani, dan sabt. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU Buku ‘Diskursus Munasabah Alquran dalam Tafsir Al-Misbah’ ini mempunyai cover yang cukup simple dan menarik sehingga banyak orang tertarik untuk membacanya. Selain itu sebagian besar bahasa yang digunakan mudah dipahami bagi kalangan luas. Serta didalam buku ini banyak terdapat sumber yang dipercaya sehingga dapat menjadi salah satu acuan pembelajaran tentang Munasabah Alquran. Salah satu kekurangannya adalah buku ini tidak dapat dianggap sebagai buku bacaan yang ringan untuk para pemula. Namun, buku ini sangat dianjurkan sebagai referensi buku pembelajaran yang membahas tentang Munasabah Alquran terutama untuk pendidik.


Ketersediaan
16TD160359.00TD 2X1.19 SAI dMy Library (lantai 2, Tandon)Tersedia
16SR160359.01SR 2X1.19 SAI d C.1My Library (Lantai 2, Sirkulasi)Tersedia
16SR160359.02SR 2X1.19 SAI d C.2My Library (Lantai 2, Sirkulasi)Tersedia
16SR160359.03SR 2X1.19 SAI d C.3My Library (Lantai 2, Sirkulasi)Tersedia
16SR160359.04SR 2X1.19 SAI d C.4My Library (Lantai 2, Sirkulasi)Tersedia
16SR160799.05SR 2X1.19 SAI d C.5My Library (Lantai 2, Sirkulasi)Tersedia
16SR160799.06SR 2X1.19 SAI d C.6My Library (Lantai 2, Sirkulasi)Tersedia
16SR160799.07SR 2X1.19 SAI d C.7My Library (Lantai 2, Sirkulasi)Tersedia
16SR160799.08SR 2X1.19 SAI d C.8My Library (Lantai 2, Sirkulasi)Tersedia
16SR160799.09SR 2X1.19 SAI d C.9My Library (Lantai 2, Sirkulasi)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2X1.19 SAI d
Penerbit
Jakarta : Amzah., 2015
Deskripsi Fisik
xxxii, 293 hlm., 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786028689953
Klasifikasi
2X1.19
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Ed. 1, Cet. 1
Subjek
Quran, Ilmu
Info Detail Spesifik
Bibliografi : hlm. 261-282, Indeks : hlm. 283-290
Pernyataan Tanggungjawab
Hasani Ahmad Said; Kata Pengantar , Fathurrahman Rauf, Ahsin Sakho Muhammad
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik