Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

SKRIPSI EKOS

Teori Laba Dan Pengupahan Buruh [Studi Pemikiran Ibnu Khaldun dan Adam Smith]

Khasanu Rofik (231307027) - Nama Orang;

Setiap manusia memerlukan harta untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Karenanya, manusia akan selalu berusaha memperoleh harta kekayaan itu. Salah satunya melalui bekerja, sedangkan salah satu dari ragam bekerja adalah berbisnis. Islam tidak melarang seorang pebisnis muslim untuk mendapatkan keuntungan yang besar dari aktivitas bisnis. Karena memang pada dasarnya semua aktivitas bisnis adalah termasuk dalam aspek muamalah yang memiliki dasar kaidah memperbolehkan segala sesuatu sepanjang diperoleh dan digunakan dengan cara-cara yang dibenarkan syariah. Point penting yang harus diingat, bahwa laba [keuntungan] dalam bisnis syariah tidak selalu identik dengan materil, pertumbuhan aset atau harta. Laba dalam Islam memiliki dua orientasi yaitu Materil dan Non-materil. Aspek materil dari laba dimaknai dengan penambahan harta yang halal dan bersih dari seorang pebisnis muslim. Sedang aspek Non-materil, laba sangat erat kaitannya dengan : ketakwaan, kesabaran, bersyukur, mengikuti perintah Rasulullah SAW serta dipelihara dari kekikiran. Permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana pemikiran Ibnu Khaldun dan Adam Smith mengenai laba dan pengupahan buruh. Kegunaan penelitian ini diharapkan bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi semua pihak khususnya penulis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan antara pendangan Ibnu Khaldun dan Adam Smith tentang teori laba dan pengupahan buruh, yaitu dalam hal ketauhidan. Dalam setiap kegiatan ekonomi, termasuk laba dan upah, pendapat Ibnu Khaldun tidak semata-mata memperoleh laba untuk kepentingan duniawi, tapi harus ada segi ukhrawinya sehingga laba yang diperoleh bisa mendapat berkah, pengambilan keuntungan yang wajar akan meningkatkan ekonomi. Dalam hal upah, Ibnu Khaldun dan Adam Smith berpendapat bahwa upah akan terbentuk berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, apabila sebuah pekerjaan memiliki banyak buruh yang mampu mengerjakan, dengan sendirinya upah akan berkurang.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ES12.005 ROF t
Penerbit
Pekalongan : Jurusan Syariah-Prodi S-1 Ekonomi Syariah-STAIN Pekalongan., 2012
Deskripsi Fisik
xi.;.80 hal.; 21X30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
ES12.005
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik