Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

SKRIPSI HKI

Wali Mujbir dalam Perspektif Hukum Islam dan Relevansinya dengan Masa Kini

Rohibul Khoirot - Nama Orang; Drs. H. Sudaryo El Kamali, M.A - Nama Orang;

Perkawinan dalam Islam harus memenuhi syarat dan rukun tertentu. Menurut hukum Islam, wali nikah adalah hal yang sangat penting dan menentukan, tidak sah akad perkawinan yang tidak dilakukan oleh wali. Orang tua, dalam kebudayaan kita memilki kekuasaan yang besar untuk menentukan sepenuhnya tanpa persetujuan anak, calon suami dari anak gadisnya, hak ini dalam fiqih disebut hak ijbar. Mengacu hal tersebut, rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana ketentuan wali mujbir menurut perspektif hukum Islam, bagaimana relevansi wali mujbir menurut perspektif hukum Islam dengan masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persetujuan kedua belah pihak merupakan hal penting. Seorang ayah wajib mengajak berunding dan meminta izin kepada anak ketika hendak dinikahkan. Tidak boleh menikahkan anak perempuan tanpa ridlanya. Ijbar seorang ayah berupa tanggung jawab, dengan asumsi anak perempuannya belum atau tidak memiliki kemampuan untuk bertindak sendiri, bukan untuk memaksakan kehendak. Penggunaan hak ijbar seorang wali baik terhadap gadis yang belum dewasa, gadis dewasa maupun terhadap janda belem dewasa sudah tidak relevan lagi dengan saat ini. Karena suatu perkawinanan sesuai dengan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 pasal 6 dan KHI pasal 16 menyebutkan bahwa perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua mempelai. Wali mujbir hanya dapat menggunakan hak ijbarnya terbatas pada gadis ghairu aqil yang sudah dewasa saja.


Ketersediaan
08TD089031.00SK 2X4.312 KHO w C.0My LibraryTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2X4.312 KHO w
Penerbit
Pekalongan : Jurusan Syariah- Prodi S-1 Al Ahwal Al Syakhshiyyah- STAIN Pekalongan., 2008
Deskripsi Fisik
xii, 123 hal.; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2X4.312
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Hukum Islam - Akad Nikah
Info Detail Spesifik
Bibliografi : 121
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik