Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

SKRIPSI PAI

TIDAK TERSAJI: Penerapan Takzir Sebagai Upaya Membentuk Sikap Jera Santri ( Studi Kasus Pondok Pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Kabupaten Pekalongan )

Drs. H. Akhmad Zaeni, M, Ag - Nama Orang; AHMAD MUKHSIN - Nama Orang;

Pesantren adalah suatu lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh
serta diakui oleh masyarakat setempat dengan system asrama dimana santri
menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian yang sepenuhnya di bawah
kedaulatan dari leadership seorang atau beberapa orang kyai dengan ciri-ciri khas
yang bersifat kharismatik serta independen dalam segala hal. Salah satu alat
pendidikan di pondok pesantren pada umumnya adalah takzir atau corpora
punishment yaitu bentuk hukuman yang paling banyak di gunakan dalam
pendidikan pesantren. Hukuman ini diterapkan bagi mereka yang melanggar
kekerasan dalam beberapa kasus tertentu.
Adapun rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah
bagaimana penerapan takzir di pondok pesantren Nurul Huda Simbangkulon
Buaran Kabupaten Pekalongan?, bagaimana respon santri terhadap penerapan
takzir di pondok pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Kabupaten
Pekalongan?, bagaimana implikasi takzir sebagai upaya membentuk sikap jera di
pondok pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Kabupaten Pekalongan?.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana penerapan
takzir di pondok pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Kabupaten
Pekalongan, untuk mengetahui respon santri terhadap penerapan takzir di pondok
pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Kabupaten Pekalongan, untuk
mengetahui bagaimana implikasi takzir sebagai upaya membentuk sikap jera di
pondok pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Kabupaten Pekalongan.
Sedangkan kegunaanya adalah agar perkembangan pondok pesantren semakin
maju dengan memperhatikan sistem pembelajaran dan pengembangannya.
Pendekatan penelitian yang penulis pergunakan adalah pendekatan
kualitatif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research),
pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Sedangkan metode analisisnya yaitu dengan teknik analisis deskriptif , yaitu
metode yang digunakan terhadap suatu data yang dikumpulkan, kemudian
disusun, dijelaskan, dan sekaligus dianalisa.
Hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan takzir di pesantren Nurul
Huda adalah sebagai berikut: Pelaksanaan takzir di pondok pesantren Nurul Huda
Simbangkulon Buaran Kabupaten Pekalongan sebagaimana yang telah dijelaskan
dalam bab-bab sesudahnya sudah mengarah pada perbaikan. Penerapan takzir di
pondok pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Kabupaten Pekalongan
masih dalam batas kewajaran, bersifat edukatif, dan masih sesuai dengan konsep
pendidikan Islam dan berorientasi pada tuntunan dan perbaikan yang lebih baik.
Respon santri terhadap pelaksanaan takzir di
Simbangkulon Buaran Kabupaten Pekalongan sangatlah beragam. Ada yang
kecewa dan tidak sedikit pula yang setuju akan penerapan hukuman takzir di
pondok pesantren. Mereka yang kecewa terhadap penerapan hukuman takzir,
dikarenakan mereka mendapat hukuman fisik dari pengurus keamanan pondok
pesantren. Sedangkan bagi santri yang setuju, mereka berpendapat takzir sangat di
perlukan dalam meningkatkan kedisiplinan atas peraturan yang ada di pondok
pesantren. Pemberian takzir yang tergolong sanksi (pelanggaran) ringan sudah
bisa dianggap efektif dalam membentuk sika jera santri. Namun menurut pendapat
pegurus keamanan, untuk takzir bagi pelanggaran berat masih kurang efektif.
Mereka menganggap bahwa pemberian takzir yang tergolong berat sangat susah
diterapkan karena terbatasi oleh aturan-aturan lain. Akhirnya untuk tindakan yang
diberikan hanya sebatas disampaikan kepada pengasuh pondok pesantren dan
pengasuh pondok pesantren akan memanggil orang tua santri berkaitan tindakan
berikutnya yang akan diambil.


Ketersediaan
08SK085921.00SK PAI13.859 MUK p C.0Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
PAI13.859 MUK p
Penerbit
Pekalongan : Jurusan Tarbiyah-Pendidikan Agama Islam- STAIN Pekalongan., 2013
Deskripsi Fisik
xii.;.72 hal.; 21 X 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
PAI13.859
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pendidikan Islam Non Formal : Pesantren
Info Detail Spesifik
biblio
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik