Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

SKRIPSI HKI

Pemikiran Jamal Al Banna Tentang Bara ah Asliyyah Dalam Kitab Nahw Fiqh Jadid

Akhmad Jalaludin, M.A - Nama Orang; IRFANDI - Nama Orang;

Setelah sekian lama tradisi keilmuan Islam mengalami kelesuan akibat
meluasnnya tradisi taklid, belakangan muncul pemikiran-pemikiran pembaharuan
dalam bidang fiqih, yang kemundurannya ditengarai sebagai penyebab
keterbelakangan umat muslim. Salah satu tokohnya adalah Jamal al-Banna, yang
mengusung gagasan pembaharuan fiqih melalui karyanya Nahw Fiqh Jadid.
Salah satu pemikiran Jamal yang ditawarkan adalah gagasannya terkait prinsip
bara ah asliyyah. Menurut jamal, bara ah asliyyah adalah prinsip penting yang
mencakup sebagaian besar persoalan yang dihadapi manusia. Oleh karenanya,
bara ah asliyyah semestinya dijadikan dalil hukum pokok, sejajar dengan al-
Quran, sunah, ijmak dan qiyas. Berangkat dari pemikiran tersebut, jamal menolak
sadd az-zariah yang dinilai bertentangan dengan prinsip bara ah asliyyah.
Implikasi lain dari pemikiran di atas adalah hadirnya rumusan hukum taklīfi baru,
yang hanya mengenal tiga kategori hukum: wajib, haram dan afw.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui landasan epistemologis,
implikasi yang timbul serta relevansi pemikiran Jamal tersebut. Terkait rumusan
hukum taklīfi yang ditawarkan Jamal, penelitian ini bermaksud untuk menguji
hipotesa yang menyatakan bahwa semakin mendalam analisis terhadap nas khiṭab,
akan menghasilkan rumusan hukum taklīfi yang lebih rinci. Sebaliknya, analisis
yang kurang mendalam juga menghasilkan rumusan hukum taklīfi yang kurang
rinci. Pada aras ini, penelitian ini akan mengkaji sejauh mana analisis Jamal al-
Banna terhadap nas, sehingga memunculkan rumusan hukum taklīfi yang hanya
mengenal kategori hukum wajib, haram dan afw. Dengan harapan penelitian ini
berguna untuk memperkaya khazanah wacana fiqih, sekaligus sebagai bentuk
apresiasi terhadap pemikiran baru yang diusung Jamal.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan
sifat penelitian eksplanatoris. Untuk memahami dan menjawab permasalahan
penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan ushul fiqih. Dan untuk
mempertajam analisis pemikiran sang tokoh, digunakan pula pendekatan
hermeneutis, yaitu pendekatan yang menggabungkan pendekatan teologis,
filosofis dan logis.
Dengan pendekatan di atas, penelitian ini berhasil menghasilkan beberapa
temuan: Pertama, Spirit dan motivasi Jamal terkait pemikirannya tentang bara ah
asliyyah adalah untuk menghasilkan fiqih taysir (mempermudah), sebagai bagian
dari prinsip taqlil at-takalif yang merupakan prinsip dasar hukum Islam. Spirit
xii
taysir dalam pemikiran jamal mewujud dalam bentuk penyempitan wilayah haram
dan perluasan wilayah halal berdasar prinsip bara ah asliyyah. Kedua, Implikasi
teoritis dari pemikiran tentang bara ah asliyyah adalah tidak diakuinya sadd azzariah,
dan lahirnya hukum taklifi dengan wajah baru. Berkaitan dengan hukum
taklifi, gagasan Jamal yang memperkenalkan hukum taklīfi yang lebih
bukan karena kurang mendalamnya analisis naṣ yang dilakukan Jamal, melainkan
karena pendekatan yang digunakan dalam memahami nas bukan dngan
pendekatan bahasa sebagaimana lazim digunakan oleh Usuliyyun Mutakallimīn
dan Ḥanafiyyah, melainkan dengan pendekatan nilai, dalam arti ketika menjumpai
teks khitab, Jamal melihat kesesuaian muatan khitab tersebut dengan nilai-nilai
fundamental al-Quran, bukan dengan melihat indikator-indikator khitab
sebagaimana digunakan Usuliyyun pada umumnya. Oleh karenanya, rumusan
hukum tersebut hanya digunakan dalam persoalan-persoalan sosial yang
merupakan perwujudan dari nilai-nilai fundamental al-Quran, bukan dalam
persoalan ibadah mahdah. Ketiga, Pemikiran Jamal tersebut mempunyai relevansi
dari dua sisi: dari sisi akademis, pemikiran tersebut merupakan pemikiran orisinil
dan jernih, sehingga semakin memperkaya khazanah wacana pembaharuan fiqih.
Dari sisi praksis, pemikiran ini juga dapat menjadi bagian dari instrumen
kebangkitan umat.


Ketersediaan
00SK007611.00SK AS13.076 IRF p C.0Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
AS13.076 IRF p
Penerbit
Pekalongan : Jurusan Syariah- Prodi S-1 Al Ahwal Al Syakhshiyyah STAIN Pekalongan., 2013
Deskripsi Fisik
xvi.;.135 hal.; 21 X 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
AS13.076
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Fiqih : Ijtihad - Taqlid
Info Detail Spesifik
biblio
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik