Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pandangan Ulama Kota Pekalongan Terhadap Pasal 53 KHI Tentang Menikahi Perempuan Hamil Karena Zina

H. Samani Syaroni, M. Ag - Nama Orang; M. IMAM BAHAUDIN - Nama Orang;

Kata Kunci: Menikahi perempuan hamil karena zina
Terjadi perbedaan pendapat dikalangan Imam madzhab terkait dengan
hukum menikahi perempuan hamil karena zina. dimana Imam Hanafi dan
Imam Syafii berpendapat bahwa perempuan yang hamil karena zina tidak
mempunyai iddah sehingga perempuan yang hamil karena zina dapat langsung
dikawinkan baik dengan laki-laki yang menghamilinya maupun laki-laki lain
yang bukan menghaminya tanpa harus menunggu kelahiran bayi dalam
kandungannya. Sedangkan Imam Malik dan dan Imam Hambali mengatakan
bahwa perempuan yang hamil karena zina itu mepunyai iddah yaitu sampai
melahirkan, sehingga perempuan yang hamil karena zina itu tidak dapat
langsung dikawinkan baik dengan laki-laki yang menghamilinya maupun lakilaki
lain yang bukan menghamilinya kecuali setelah bayi dalam kandungannya
itu lahir.
pasal 53 KHI menerangkan tentang menikahi perempuan hamil karena
zina, dimana pada ayat 1 diterangkan bahwa wanita hamil diluar nikah boleh
langsung dikawinkan dengan laki-laki yang menghamilinya tanpa harus
menunggu kelahiran bayi dalam kandungannya. Akan tetapi pada ayat ini tidak
diterangkan terkait dengan laki-laki lain yang bukan menghamilinya, apakah
boleh mengawini wanita hamil karena zina atau tidak.
Nahdlatul Ulama yang merupakan Ormas besar di Indonesia melalui fatwa
Bahtsul Masail mengungkapkan Dimana fatwa ini sejalan dengan pasal 53 KHI. Berdasarkan
pemaparan diatas, lalu bagaimanakah sebenarnya hukum menikahi perempuan hamil
karena zina?, dan siapakah laki-laki yang boleh menikahi perempuan hamil karena
zina?. Dalam penilitian ini penulis ingin mengungkap pandangan ulama Kota
Pekalongan dari dua ormas besar NU dan Muhammadiyah jika dikaitkan dengan pasal
53 KHI dengan mengacu pada perbedaan pendapat ulama madzhab. Yang berguna
untuk memperkaya wacana intelektual bagi para peminat dan pengkaji hukum
Islam khususnya dalam bidang perkawinan, dan juga sebagai bahan bagi
pengkajian selanjutnya yang mendalam tentang khazanah keilmuan dalam
hukum islam khususnya terkait tentang masalah hukum nikah.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di Kota Pekalongan, sedang pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi kemudian peneliti mengnalisis data yang telah ada. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif yaitu pendekatan dengan melihat persoalan yang dikaji dengan berlandaskan pada teks-teks Al-Quran, Al-Hadis, Kaidah Ushul Fiqh serta pendapat ulama yang berkaitan dengan masalah idah dan juga pendekatan yuridis yaitu pendekatan dengan cara melihat dan menelaah hukum positif yang berlaku di negara Indonesia. Analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan model interaktif yaitu menganalisis pandangan ulama Kota Pekalongan terhadap hukum menikahi perempuan hamil karena zina.
Dan hasil dari penelitian ini ialah, ulama Kota Pekalongan berbeda pendapat dalam memutuskan masalah menikahi perempuan hamil karena zina. sebagian ulama Kota Pekalongan seperti KH. Zaenuri, KH. Akrom Sofwan, KH. Mustofa Bakri, H. M. Hasan Bisysri M.Ag dan Drs. Ghozali mengatakan bahwa perempuan yang hamil karena zina dapat langsung dikawinkan baik dengan laki-laki yang menghamilinya maupun laki-laki lain yang bukan menghamilinya tanpa harus menunggu kelahiran bayi dalam kandungannya. akan tetapi dalam hal ini menurut Drs. Ghozali hanya laki-laki yang menghamilinya sajalah yang boleh menikahi wanita hamil karena zina. sedangkan KH. Kafrawi dan Hasan Bisri S.Ag. mengatakan bahwa perempuan yang hamil karena zina tidak boleh dikawinkan baik dengan laki-laki yang menghamilinya maupun dengan laki-laki lain yang bukan menghamilnya kecuali setelah kelahiran bayi dalam kandungannya.


Ketersediaan
01SK010711.00SK AS14.107 BAH p C.0Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
AS14.107 BAH p
Penerbit
Pekalongan : Jurusan Syariah-Prodi S-1 Al Ahwal Al Syakhsiyyah- STAIN Pekalongan., 2014
Deskripsi Fisik
xii,70 hal.; 21X30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
AS14.107
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Munakahat : Nikah
Info Detail Spesifik
bibliografi: 71-74
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik