Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Universitas Islam Negeri

  • Beranda
  • Masuk
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Imam Perempuan Bagi Laki-Laki Dalam Salat Menurut Imam Asy-Syafi'i Dan Imam Ibnu Jarir At-Tabari

H. Mubarok, Lc,. M. Si - Nama Orang; M. SYAUKANI - Nama Orang;

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sikap kelompok feminis yang beberapa tahun ini mengadakan shalat jamaah di tempat umum dengan imam perempuan yang diantara makmumnya terdapat laki-laki. Kelompok feminis tersebut berpendapat bahwa perempuan boleh mengimami laki-laki dalam shalat, akan tetapi hal tersebut dianggap menyalahi aturan agama oleh kebanyakan orang Islam. Kebanyakan orang Islam menganggap bahwa ketika shalat berjamaah terdapat makmum laki-laki harus diimami oleh seorang laki-laki seperti yang banyak diungkap oleh kebanyakan ahli fikih termasuk Imam Asy-Syafii, akan tetapi ada juga ahli fikih yang memperbolehkan perempuan menjadi imam shalat bagi laki-laki, diantaranya adalah Imam Ibnu Jarir At-Tabari dengan dalil hadis Ummu Waraqah yang juga dijadikan dalil oleh kaum feminis. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana pendapat Imam Asy-Syafii dan Imam Ibnu Jarir At-Tabari dan pendapat manakah yang lebih kuat dalam permasalahan perempuan menjadi imam shalat bagi laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendapat dari Imam Asy-Syafii dan Imam Ibnu Jarir At-Tabari dan mengetahui argumen yang lebih kuat mengenai hal imam shalat perempuan bagi laki-laki. Jenis dari penelitian ini adalah kualitatif. Tehnik pengumpulan data melalui studi pustaka dengan mencari literatur-literatur yang terkait dengan penelitian. Metode komparatif dan metode analisis isi adalah yang digunakan untuk menganalisis isi dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Imam Asy-Syafii melarang perempuan menjadi imam shalat bagi laki-laki sedangkan Imam Ibnu Jarir At-Tabari membolehkan. Mengenai pendapat mana yang lebih kuat antara pendapat Asy-Syafii dan Imam Ibnu Jarir At-Tabari, pendapat Imam Ibnu Jarir At-Tabari lebih kuat dan lebih bisa untuk dijadikan hujjah berdasarkan penilaian sanad hadis.


Ketersediaan
01SK010311.00SK AS14.103 SYA i C.0Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
AS14.103 SYA i
Penerbit
Pekalongan : Jurusan Syariah -Prodi S-1 Al Ahwal Al Syakhsiyyah - STAIN Pekalongan., 2014
Deskripsi Fisik
xii,70 hal.; 21X30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
AS14.103
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Ibadah : Salat
Info Detail Spesifik
bibliografi: 71-74
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik