SKRIPSI PGMI
Upaya Sekolah Dalam Pengembangan Prestasi Siswa di Bidang Bahasa Indonesia SD Muhammadiyah Ambokembang
Prestasi siswa di bidang Bahasa Indonesia merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Namun, dalam praktiknya, pengembangan prestasi tersebut tidak terlepas dari berbagai kendala, baik dari segi pembinaan, motivasi siswa, maupun keterbatasan sarana pendukung. Sekolah memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi kebahasaan siswa melalui berbagai program pembinaan, khususnya dalam menghadapi ajang perlombaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terencana dan berkelanjutan agar prestasi siswa di bidang Bahasa Indonesia dapat berkembang secara optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya sekolah dalam mengembangkan prestasi siswa di bidang Bahasa Indonesia di SD Muhammadiyah Ambokembang, dan apa saja tantangan yang dihadapi sekolah serta tenaga pendidik dalam mengembangkan prestasi siswa di bidang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan sekolah dalam pengembangan prestasi siswa serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembinaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina, dan siswa yang mengikuti kegiatan pembinaan lomba Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya sekolah dalam mengembangkan prestasi siswa di bidang Bahasa Indonesia dilakukan melalui pembelajaran aktif dan kreatif, pelaksanaan program lomba antar kelas sebagai sarana seleksi siswa berpotensi, serta pembinaan intensif yang dilakukan oleh guru pembina. Selain itu, keberhasilan pembinaan didukung oleh peran kepala sekolah, kerja sama dengan orang tua, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pembinaan yang sering berbenturan dengan kegiatan pembelajaran, perbedaan kemampuan dan karakter siswa, keterbatasan sarana dan program pembinaan, serta faktor mental siswa seperti kurangnya rasa percaya diri dan gugup saat mengikuti lomba.
| 26SK2623116.00 | SK PGMI 26.116 WUL u | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain