SKRIPSI PGMI
Penerapan Metode Outdoor Learning Melalui Pemanasan Berbasis Permainan dalam Pembelajaran PJOK Siswa Kelas VI MI Salafiyah Wuled
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kejenuhan siswa kelas VI MI Salafiyah Wuled dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), khususnya pada tahap pemanasan. Kegiatan pemanasan yang bersifat monoton seperti lari mengelilingi lapangan dan peregangan konvensional menyebabkan rendahnya antusiasme dan partisipasi aktif siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode outdoor learning melalui pemanasan berbasis permainan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses implementasinya di MI Salafiyah Wuled. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif untuk mengamati perilaku siswa, wawancara mendalam dengan guru PJOK dan siswa kelas VI, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memberikan gambaran yang sistematis mengenai objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode outdoor learning melalui pemanasan berbasis permainan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam pelaksanaannya, guru mengintegrasikan permainan tradisional seperti Gobak Sodor, Bentengan, dan Kucing Tikus untuk menggantikan rutinitas pemanasan yang monoton. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi aktif siswa, di mana sebagian besar siswa terlibat secara antusias dan menyeluruh dalam setiap sesi pembelajaran, sehingga mampu meminimalisir kejenuhan belajar siswa. Faktor vii pendukung utama meliputi kompetensi kreatif guru dalam memodifikasi permainan, ketersediaan halaman sekolah yang cukup luas, serta motivasi internal siswa yang tinggi terhadap kegiatan luar ruangan. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah alokasi waktu mata pelajaran PJOK yang dirasa cukup singkat, keterbatasan beberapa sarana, dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Secara keseluruhan, metode ini berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menyiapkan kesiapan fisik dan mental siswa sebelum memasuki materi inti pembelajaran.
| 26SK2623114.00 | SK PGMI 26.114 SYA p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain