SKRIPSI PAI
Peran Teman Sebaya Dalam Mengatasi Stres Akademik Mahasiswa Program Studi Agama Islam Angkatan 2022 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Stres akademik merupakan keadaan tekanan mental yang muncul ketika seorang mahasiswa merasa bahwa tuntutan akademik yang dihadapinya melampaui kemampuan yang dimiliki. Dalam lingkungan perguruan tinggi, termasuk di PTKIN, stres akademik menjadi tantangan serius karena dapat memengaruhi kesehatan mental dan prestasi belajar mahasiswa. Dalam hal ini, untuk menghindari stres akademik, teman sebaya memiliki peran yang penting sebagai sumber dukungan emosional, motivasi, serta bantuan nyata yang membantu mahasiswa menghadapi tekanan akademik secara lebih adaptif. Penelitian ini mendiskusikan dua rumusan masalah yang meliputi: (1) Bagaimana stres akademik yang dialami mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Angkatan 2022 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan?, dan (2) Bagaimana peran teman sebaya dalam mengatasi stres akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Bagaimana stres akademik yang dialami mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Angkatan 2022 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan?, dan (2) Bagaimana peran teman sebaya dalam mengatasi stres akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis Miles Huberman, dan Saldana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Stres akademik mahasiswa PAI Angkatan 2022 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan muncul ketika tuntutan akademik, khususnya pada semester akhir, dipersepsikan melebihi kemampuan diri. Stres dialami dalam aspek psikologis (cemas, overthinking, panik), fisik (gangguan tidur, kelelahan), dan akademik (menurunnya konsentrasi dan performa belajar). Penyebabnya meliputi faktor internal seperti ekspektasi diri dan kecemasan masa depan, serta faktor eksternal seperti beban tugas, tekanan kelulusan, dan kondisi ekonomi., (2) Teman sebaya berperan sebagai faktor pelindung melalui dukungan emosional, informasional, instrumental, dan kebersamaan. Dalam bentuk perannya, teman hadir sebagai pemberi motivasi, penguat harga diri, pendengar empatik, mitra diskusi, dan penguat spiritual, sehingga membantu menurunkan stres sekaligus memperkuat resiliensi mahasiswa.
| 26SK2621038.00 | SK PAI 26.038 LIN p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain