SKRIPSI PAI
Analisis Kajian Kitab Hidayatus Shibyan dalam Meningkatkan Kefasihan Membaca Al Qur'an di Mts Syarif Hidayah Pekalongan
Kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih sesuai dengan kaidah tajwid merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa madrasah. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua siswa memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang memadai, baik dari aspek kelancaran, makhraj huruf, maupun penerapan hukum tajwid. Oleh karena itu, kajian kitab Hidayatus Shibyan digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kefasihan membaca AlQur’an siswa di MTs. Syarif Hidayah Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kajian kitab Hidayatus Shibyan dalam pembelajaran tajwid, menganalisis indikator kefasihan membaca Al-Qur’an siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru pengampu kitab Hidayatus Shibyan, dan siswa MTs. Syarif Hidayah Pekalongan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kajian kitab Hidayatus Shibyan dilaksanakan secara rutin dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pembelajaran yang digunakan meliputi pembacaan nadhom, penjelasan materi, hafalan, serta praktik membaca Al-Qur’an secara langsung. Indikator kefasihan membaca Al-Qur’an siswa mencakup tiga aspek, yaitu kelancaran membaca, ketepatan makhraj huruf, ketepatan penerapan hukum tajwid, pemahaman mad dan qashr, serta kemampuan membaca secara tartil. Secara umum, kajian kitab Hidayatus Shibyan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur’an siswa, meskipun masih ditemukan perbedaan kemampuan dasar antar siswa. Faktor pendukung dalam pelaksanaan kajian ini antara lain kompetensi guru, metode pembelajaran yang sesuai, dan lingkungan madrasah yang religius. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan kemampuan awal siswa yang belum merata.
| 26SK2621013.00 | SK PAI 26.013 LAI a | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain