SKRIPSI PAI
Urgensi Majelis Zikir dan Sholawat Dalam Membentuk Karakteristik Pelatih Persaudaraan Setia Hati Terate Siwalan Cabang Kabupaten Pekalongan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Siwalan Cabang Kabupaten Pekalongan dalam memperkuat pembinaan spiritual bagi para pelatih melalui kegiatan majelis zikir dan sholawat. Aktivitas ini muncul sebagai respon terhadap kebutuhan penanaman nilai-nilai religius, mengingat pelatih tidak hanya bertanggung jawab pada aspek teknis bela diri, tetapi juga memiliki peran sebagai teladan moral bagi para siswa. Rutinitas majelis yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali menjadi ruang pembinaan yang diyakini mampu membentuk sikap religius melalui penguatan zikir, pembacaan sholawat, serta penyampaian materi keislaman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan majelis zikir dan sholawat, mengidentifikasi karakter religius yang ditanamkan kepada pelatih, serta menganalisis urgensi kegiatan tersebut dalam pembentukan karakter religius. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pelatih aktif, pengurus majelis, serta pengurus ranting yang terlibat langsung dalam kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis zikir dan sholawat dilaksanakan secara terstruktur dengan rangkaian kegiatan meliputi zikir bersama, pembacaan Yasin dan tahlil, sholawat Nabi, tausiyah, serta dialog keagamaan. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap penguatan karakter religius pelatih, terutama dalam aspek kedisiplinan ibadah, kepekaan sosial, sikap rendah hati, serta meningkatnya rasa tanggung jawab dalam menjalankan peran organisasi. Majelis ini juga memperkuat hubungan emosional antarpelatih sehingga tercipta suasana kebersamaan yang mendukung proses pembinaan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa majelis zikir dan sholawat memiliki urgensi yang signifikan sebagai media internalisasi nilai keagamaan dalam lingkungan PSHT. Selain menumbuhkan ketenangan spiritual, kegiatan ini turut membangun kultur organisasi yang berorientasi pada akhlak dan keteladanan. Temuan ini dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan program kerohanian baik di ranting lain maupun dalam kajian pembentukan karakter pada komunitas nonformal.
| 26SK2621011.00 | SK PAI 26.011 FIK u | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain