SKRIPSI PAI
Implementasi Kegiatan Khitobah di Pondok Pesantren Putri Salaf Darusalam Subah untuk Menumbuhkan Kepercayaan Diri Santri
Kegiatan khitobah merupakan program pembinaan di Pondok Pesantren Putri Darussalam Subah yang berperan penting dalam menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri santri. Melalui latihan pidato, penyampaian mauidhoh hasanah, serta keterlibatan santri tampil di depan audiens, khitobah menjadi sarana untuk melatih kemampuan berbicara, mengurangi rasa gugup, dan membiasakan santri menyampaikan gagasan secara lisan. Program ini juga berfungsi sebagai media pembentukan karakter santri agar lebih percaya diri dalam kehidupan sosial.Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana implementasi kegiatan khitobah di Pondok Pesantren Putri Darussalam Subah, (2) bagaimana pondok pesantren menghadapi tantangan dalam pelaksanaan kegiatan khitobah, dan (3) Bagaimana Pondok Pesantren Putri Salaf Darussalam Subah dalam menghadapi Hambatan dalam pelaksanaan khitobah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan khitobah secara faktual dan menganalisis bagaimana kegiatan tersebut berkontribusi dalam menumbuhkan kepercayaan diri santri. Selain itu, penelitian ini berupaya mengungkap strategi pesantren dalam mengatasi hambatan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan selama pelaksanaan khitobah untuk melihat dinamika kegiatan secara langsung, sedangkan wawancara dilakukan kepada santri, ketua kamar, pembina, dan pengurus pesantren sebagai informan utama. Dokumentasi berupa catatan kegiatan, foto, dan arsip pondok digunakan sebagai data pendukung. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan khitobah di Pondok Pesantren Putri Darussalam Subah dilaksanakan secara terstruktur dan berkontribusi positif dalam meningkatkan kepercayaan diri santri, yang terlihat dari meningkatnya keberanian tampil dan kelancaran berbicara di depan umum. Meskipun terdapat hambatan seperti rasa gugup, kurangnya pengalaman, dan keterbatasan waktu latihan, kegiatan khitobah tetap efektif melalui pembinaan dan evaluasi yang berkelanjutan.
| 26SK2621010.00 | SK PAI 26.010 FAR i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain