SKRIPSI PAI
Peran Orang Tua di Desa Sigayam Wonotunggal Dalam Mengembangkan Pola Pikir dan Etika Islami Pada Anak
Orang tua memegang peranan vital dan pertama dalam mengajarkan pendidikan agama Islam, sebab orang tua merupakan pendidik utama (madrasah ula) bagi anak. Dalam pandangan Islam, keluarga adalah pilar utama yang menentukan pembentukan kepribadian dan karakter anak yang bersifat Islami, meliputi aspek kognitif (pola pikir) dan afektif (etika). Pembentukan pola pikir Islami akan mengarahkan anak pada ketaatan dan tanggung jawab, sementara etika Islami akan membentengi anak dari perilaku menyimpang. Di Desa Sigayam, Wonotunggal, ditemukan urgensi untuk mengkaji peran ini lebih dalam karena adanya indikasi krisis adab ringan yang diduga kuat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan dan paparan teknologi digital. Rumusan masalah Dari penelitian ini adalah: Bagaimana peran orang tua di Desa Sigayam, Wonotunggal dalam mengembangkan pola pikir islami anak dimasyarakat?. Bagaimana peran orang tua di Desa Sigayam, Wonotunggal dalam mengembangkan etika islami anak dimasyarakat?. Tantangan apa saja yang dihadapi orang tua dalam mengembangkan pola pikir dan etika Islami anak di era digital?. Adapun tujuan penelitiannya yaitu: Untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana peran orang tua mengembangkan pola pikir Islami anak. Untuk memahami bagaimana orang tua menanamkan nilai-nilai etika Islami dalam kehidupan sehari-hari anak. Untuk mengidentifikasi tantangan apa saja yang dihadapi orang tua dalam mengembangkan pola pikir dan etika Islami anak di era digital. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, untuk menghasilkan temuan yang kredibel dan sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: peran orang tua dalam mengembangkan pola pikir Islami dilakukan dengan metode pembiasaan melalui rutinitas ibadah yang diwajibkan, pengajian di TPQ, serta penanaman nilai disiplin dan tanggung jawab (al-Mas'uliyyah) secara berkelanjutan, yang berhasil xv mendorong anak untuk memiliki disiplin internal. Di sisi lain, pengembangan etika Islami dilakukan melalui keteladanan dan nasihat yang menekankan pada etika serta nilai kejujuran (al-amanah), yang terbukti efektif membentuk perilaku sosial yang etis pada anak. Tantangan paling besar yang dihadapi adalah ketahanan anak terhadap batasan penggunaan gawai, yang muncul akibat tekanan dari lingkungan digital dan cara pandang anak yang melihat pengawasan sebagai bentuk larangan. Situasi ini menciptakan kesenjangan komunikasi yang mengharuskan orang tua untuk memperkuat peran mereka dengan mengembangkan dialog yang lebih empatik dan literasi digital.
| 26SK2621009.00 | SK PAI 26.009 SRI p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain