SKRIPSI PBS
Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Indonesia dan Bank Aladin Syariah Berdasarkan Rasio Keuangan Periode 2022-2025
Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Indonesia Dan Bank Aladin Syariah Berdasarkan Rasio Keuangan Periode 2022-2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan industri perbankan syariah yang menunjukkan tren positif, namun masih menghadapi tantangan dalam hal pangsa pasar dan daya saing di tengah transformasi digital. Digitalisasi mendorong munculnya model bisnis baru dalam perbankan syariah, yaitu bank berbasis jaringan fisik berskala besar dan bank syariah digital yang lebih efisien serta adaptif terhadap teknologi. Perbedaan model bisnis, skala usaha, serta struktur kepemilikan antara Bank Syariah Indonesia sebagai bank syariah BUMN dan Bank Aladin Syariah sebagai bank syariah digital swasta berpotensi memengaruhi kinerja keuangan masing-masing bank. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan kedua bank tersebut guna memahami perbedaan profitabilitas, ketahanan modal, dan kualitas pembiayaan dalam menghadapi dinamika industri perbankan syariah di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode komparatif. Data yang digunakan berupa laporan keuangan triwulan yang diperoleh dari publikasi resmi masing-masing bank, Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Variabel yang dianalisis meliputi Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Non Performing Financing (NPF). Teknik analisis data dilakukan melalui analisis statistik deskriptif, uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, serta pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test dan Uji Mann-Whitney sebagai alternatif non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan antara Bank Syariah Indonesia dan Bank Aladin Syariah pada beberapa indikator rasio keuangan. Bank Syariah Indonesia cenderung memiliki kinerja yang lebih stabil, terutama pada rasio profitabilitas dan kualitas pembiayaan. Sementara itu, Bank Aladin Syariah menunjukkan kinerja yang lebih fluktuatif seiring dengan fase pertumbuhan dan ekspansi sebagai bank syariah digital. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan literatur perbankan syariah, khususnya terkait perbandingan model bisnis bank syariah tradisional dan bank syariah digital, serta diharapkan dapat menjadi referensi bagi regulator, industri perbankan, investor, dan peneliti selanjutnya dalam merumuskan strategi pengembangan perbankan syariah di era digital.
| 26SK2642042.00 | SK PBS 26.042 HAI a | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain