SKRIPSI EKOS
Dampak Peluncuran Danantara Terhadap Harga Saham Index Saham Syariah Indonesia (ISSI) (Studi Kasus MIND ID dan PT Telekomunikasi Indoensia Tbk (TLKM))
Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai negara mendirikan Sovereign Wealth Funds (SWFs) sebagai instrumen untuk mengelola kekayaan negara secara lebih terarah, strategis, dan berkelanjutan. Di Indonesia, kebijakan serupa diwujudkan melalui pembentukan Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis yang bertujuan mengintegrasikan serta mengoptimalkan portofolio investasi pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peluncuran Danantara terhadap harga saham dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), dengan fokus pada perusahaan di bawah MIND ID dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Penelitian ini menerapkan metode event study dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini mencakup empat perusahaan, yaitu PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk yang merupakan bagian dari MIND ID, serta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Data yang digunakan berupa harga saham harian yang diamati dalam periode jendela peristiwa, yakni lima hari sebelum dan lima hari setelah pengumuman peluncuran Danantara. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan abnormal return yang signifikan baik selama periode jendela pengamatan maupun pada saat mendekati tanggal peluncuran Danantara pada 24 Februari 2025. Hasil pengujian menggunakan one sample t-test dan one sample Wilcoxon menunjukkan tingkat signifikansi di atas 0,05. Selain itu, uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,424, yang juga lebih besar dari 0,05. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peluncuran Danantara tidak menimbulkan reaksi pasar yang signifikan. Dengan demikian, hasil penelitian ini mendukung Efficient Market Hypothesis dalam bentuk semi-kuat. Di sisi lain, berdasarkan perspektif Signalling Theory, peristiwa peluncuran tersebut dapat dikategorikan sebagai sinyal yang relatif lemah, karena belum mampu mendorong respons yang berarti dari para investor.
| 26SK2641036.00 | SK EKOS 26.036 NAI d | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain