SKRIPSI EKOS
Analisis Strategi Penetapan Sistem Tanggung Renteng Dalam Meminimalisir Pembiayaan Bermasalah di Bumdesma Permata Mandiri Paninggaran Kabupaten Pekalongan
Sistem tanggung renteng adalah mekanisme pembiayaan kelompok yang mewajibkan anggota saling bertanggung jawab atas kewajiban pembayaran. Sistem ini bertujuan menekan risiko pembiayaan bermasalah melalui solidaritas dan kontrol sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penetapan sistem tanggung renteng dalam meminimalisir pembiayaan bermasalah di BUMDesMa Permata Mandiri Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan Kepala BUMDesMa, Pengawas BUMDesMa, dan beberapa anggota BUMDesMa Permata Mandiri Paninggaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai Strategi Sistem Tanggung Renteng Dalam Meminimalisir Pembiayaan Bermasalah di BUMDesMa Permata Mandiri Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penetapan sistem tanggung renteng dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu seleksi anggota dan pembentukan kelompok berdasarkan kedekatan sosial dan kepercayaan, penyusunan aturan kelompok secara musyawarah, serta penegasan komitmen tanggung jawab bersama sebelum pencairan pembiayaan. Selain itu, dilakukan pertemuan rutin sebagai sarana monitoring pembayaran dan evaluasi, serta pendekatan persuasif dan pembinaan usaha bagi anggota yang mengalami kesulitan. Sistem ini menciptakan kontrol sosial yang kuat karena adanya rasa saling percaya, saling mengawasi, dan saling membantu antaranggota. Dampaknya, tingkat keterlambatan pembayaran dapat ditekan dan pembiayaan bermasalah dapat diminimalisir secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, strategi penerapan sistem tanggung renteng yang dijalankan secara konsisten dan dilandasi nilai kebersamaan merupakan upaya yang dilakukan oleh BUMDesMa untuk meminimalisir pembiayaan bermasalah. Melalui mekanisme tersebut, kelancaran pembayaran angsuran dapat lebih terjaga sehingga turut mendukung keberlanjutan operasional BUMDesMa.
| 26SK2641035.00 | SK EKOS 26.035 FIB a | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain