SKRIPSI EKOS
Analisis Komparatif Abnormal Return Saham dan Trading Volume Activity Pada Peluncuran Indonesia Anti-Scam Center (Event Studi Pada JII Tahun 2025)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penipuan investasi di Indonesia yang berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan, termasuk pasar modal syariah. Sebagai upaya meningkatkan perlindungan investor dan menjaga integritas sistem keuangan, Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) pada 11 Februari 2025. Peluncuran kebijakan tersebut diduga dapat memberikan sinyal informasi bagi pelaku pasar yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham dan aktivitas perdagangan saham di pasar modal syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar terhadap peluncuran Indonesia Anti-Scam Center (IASC) melalui pengujian abnormal return saham serta trading volume activity sebelum dan sesudah peristiwa pada perusahaan yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode event study. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 10 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Periode pengamatan menggunakan event window selama sebelas hari, yaitu lima hari sebelum peristiwa (t-5 sampai t-1), satu hari saat peristiwa (t0), dan lima hari setelah peristiwa (t+1 sampai t+5). Abnormal return dihitung menggunakan market adjusted model, sedangkan trading volume activity digunakan sebagai indikator aktivitas perdagangan saham. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan antara periode sebelum dan sesudah peluncuran Indonesia Anti-Scam Center dengan nilai signifikansi sebesar 0,799 (>0,05). Selain itu, hasil pengujian terhadap trading volume activity juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,646 (>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa peluncuran Indonesia Anti-Scam Center tidak menimbulkan reaksi pasar yang signifikan dalam jangka pendek, sehingga investor cenderung merespons kebijakan tersebut secara rasional dan memandangnya sebagai kebijakan regulatif yang berdampak jangka panjang.
| 26SK2641022.00 | SK EKOS 26.022 NAJ a | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain