SKRIPSI PGMI
Implementasi Media Card Sort pada Pembelajaran IPAS untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas III di MI Salafiyah Warulor Kecamatan Wiradesa
Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi IPAS disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang interaktif dan masih berpusat pada guru, sehingga siswa tidak terlibat aktif dalam proses berpikir dan eksplorasi konsep. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan inovasi media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan mendorong keterlibatan siswa secara langsung. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah media Card Sort, yaitu media berbentuk kartu yang memungkinkan siswa belajar melalui kegiatan mengelompokkan dan mencocokkan konsep secara aktif. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana implementasi media Card Sort pada pembelajaran IPAS untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas III di MI Salafiyah Warulor Kecamatan Wiradesa? dan 2) Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam implementasi media tersebut?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi media Card Sort dalam pembelajaran IPAS serta mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi efektivitas penggunaannya dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa kelas III di MI Salafiyah Warulor Kecamatan Wiradesa. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi lapangan untuk menganalisis implementasi media Card Sort dalam pembelajaran IPAS kelas III di MI Salafiyah Warulor. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi untuk memverifikasi hasil penelitian penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi media Card Sort dilaksanakan melalui tiga tahap terstruktur yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang berhasil menciptakan pembelajaran interaktif dimana siswa terlibat aktif mulai dari pembagian kartu, diskusi kelompok, hingga presentasi, sehingga mampu meningkatkan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan sosial siswa; 2) Keberhasilan implementasi didukung oleh faktor utama meliputi dukungan penuh dari guru, rekan kerja, siswa, serta sarana dan prasarana yang memadai. Antusiasme siswa, kerja sama antar siswa, dan pengaturan ruang kelas yang kondusif turut memperkuat keberhasilan kegiatan. Kendala yang muncul, seperti kebingungan mencari pasangan kartu, keterbatasan waktu, dan suasana kelas yang kadang gaduh.
| 26SK2623107.00 | SK PGMI 26.107 SHI i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain