SKRIPSI PGMI
Implementasi Metode Role Playing dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran Fikih Kelas 6 di MI Salafiyah Kalirandu Pemalang
Pembelajaran fikih pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), terutama di kelas 6, masih menghadapi tantangan berupa rendahnya minat dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Kondisi ini dipengaruhi oleh dominasi metode pembelajaran konvensional seperti ceramah dan pembacaan teks, yang kurang responsif terhadap karakteristik perkembangan peserta didik. Selain itu, kompetensi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif masih terbatas, sehingga efektivitas pembelajaran fikih menjadi kurang optimal dan pemahaman konsep fikih siswa cenderung dangkal. Metode Role Playing sebagai alternatif pembelajaran yang berpotensi meningkatkan keterlibatan dan keaktifan siswa belum diimplementasikan secara menyeluruh dan masih minim kajian empiris yang mendalam, khususnya di MI Salafiyah Kalirandu. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana implementasi metode role playing dalam meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran fikih kelas 6 di MI Salafiyah Kalirandu?, Apa implikasi dari implementasi metode role playing dalam meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran fikih kelas 6 di MI Salafiyah Kalirandu?, dan Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi metode role playing pada pembelajaran Fikih kelas 6?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan penelitian kualitatif. Data dalam penulisannya menggunakan data primer dari MI Salafiyah Kalirandu dan data sekunder seperti jurnal dan referensi buku dan lain sebagainya. Sedangkan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, serta analisis yang dimulai dari reduksi data kemudian penyajian data dan yang terakhir yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode role playing dilaksanakan melalui tahap persiapan berupa penyusunan RPP, skenario peran, pembagian kelompok dan penyiapan alat peraga. Tahap pelaksanaan meliputi simulasi bermain peran oleh siswa dalam kelompok dengan pendampingan aktif guru, serta tahap evaluasi melalui tanya jawab, refleksi, dan presentasi pemahaman siswa. Metode ini terbukti efektif meningkatkan keaktifan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman materi fikih secara nyata dan mendalam. Implikasi dari penerapan metode ini adalah perubahan suasana kelas menjadi lebih hidup, interaktif, serta meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian siswa dalam bertanya dan berdiskusi.
| 26SK2623099.00 | SK PGMI 26.099 MOC i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain