SKRIPSI PGMI
Penerapan Program Sarapan Membaca untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Kelas 1 SD Muhammadiyah Tanjung Kulon Kabupaten Pekalongan
Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang esensial dan menjadi kunci keberhasilan dalam seluruh proses pembelajaran. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak siswa kelas 1 yang kemampuan membacanya rendah, SD Muhammadiyah Tanjung Kulon menerapkan Program Sarapan Membaca sebuah inisiatif rutin membaca di pagi hari. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Sarapan Membaca di kelas 1 SD Muhammadiyah Tanjung Kulon, dan (2) menganalisis dampak program tersebut terhadap kemampuan membaca siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, dokumentasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas 1. Analisis data yang melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penerapan Program Sarapan Membaca di SD Muhammadiyah Tanjung Kulon dilaksanakan secara terstruktur melalui tiga tahap yang selaras dengan kerangka Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Pertama, Tahap Pembiasaan, dilaksanakan rutin setiap Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 06.30–07.00 WIB untuk menciptakan rutinitas dan disiplin. Kedua, Tahap Pengembangan, dimana guru menerapkan pendekatan diferensiasi yang disesuaikan dengan level kemampuan individu siswa. Ketiga, Tahap Pembelajaran, dimana keterampilan yang dilatih diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehari-hari di kelas. Dampak dari program ini, di satu sisi, program berhasil meningkatkan kemampuan membaca siswa. Program juga memudahkan guru dalam memantau perkembangan siswa secara individual dan memberikan umpan balik langsung. Namun, di sisi lain, penelitian menemukan bahwa peningkatan minat dan motivasi intrinsik membaca pada siswa belum merata beberapa siswa masih terlihat bosan dan kurang antusias. Budaya membaca sebagai kebiasaan mandiri juga belum benar-benar terbentuk. Penelitian ini merekomendasikan kepada guru untuk meningkatkan konsistensi dan kesabaran dalam pelaksanaan, kepada siswa untuk berpartisipasi lebih aktif, dan kepada peneliti berikutnya untuk mengeksplorasi faktor pendukung dan penghambat lain yang mempengaruhi efektivitas program serupa.
| 26SK2623095.00 | SK PGMI 26.095 SAV p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain