SKRIPSI PGMI
Analisis Problematika Pembelajaran Keterampilan Berbicara di Depan Umum pada Siswa Fase C di SD N 01 Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang
Keterampilan berbicara di hadapan khalayak umum menjadi elemen krusial dalam pembelajaran keterampilan berbicara yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan ide, emosi, dan data secara verbal dengan penuh keyakinan dan efisiensi. Namun, siswa fase C di SD Negeri 01 menunjukkan beberapa indikasi problematika dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Penelitian ini bertujuan menganalisis Problematika pembelajaran keterampilan berbicara di depan umum pada siswa fase C di SD N 01 Kendaldoyong kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis problematika pembelajaran keterampilan berbicara di depan umum pada siswa fase C dan mengeksplorasi upaya guru mengatasi problematika dalam pembelajaran keterampilan berbicara di depan umum pada siswa fase C.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data utama yang diperoleh melalui wawancara dengan guru dan perwakilan siswa, serta pengamatan langsung di kelas V dan VI di SD Negeri 01 Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Data tambahan dikumpulkan dari dokumentasi yang lengkap. Untuk memastikan validitas data, digunakan teknik triangulasi yang meliputi triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan melalui tiga langkah utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan akhir berdasarkan verifikasi data.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa: 1) Problematika pembelajaran keterampilan berbicara di depan umum pada siswa kelas V dan VI di SD Negeri 01 Kendaldoyong terdapat problematika linguistik dan non linguistik, adapun problematika linguistik berupa tata bahasa, kosakata, pelafalan dan struktur bahasa, kemudian problematika non linguistik berupa aspek psikologis, sosial budaya dan lingkungan pembelajaran, 2) Upaya guru yang dapat mengatasi kedua problematika diatas yaitu menggunakan media, metode, dan model pembelajaran. Media yang digunakan berupa media gambar dan media bercerita. Adapun metode pembelajaran yang diterapkan meliputi metode diskusi, metode bermain peran, dan metode show and tell. Sementara itu, model pembelajaran yang dipilih adalah paired story telling.
| 26SK2623064.00 | SK PGMI 26.064 NAB a | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain