SKRIPSI PGMI
Efektivitas Metode Pembelajaran Gasing Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Matematika Materi Penjumlahan Kelas II SDN 01 Jajarwayang Pekalongan
Pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat dapat mengakibatkan peserta didik kesulitan untuk memahami konsep matematika yang abstrak. Sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Untuk itu, diperlukan metode pembelajaran yang dapat menyederhanakan konsep rumit matematika sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Gasing (Gampang, ASyik, dan menyenaNGkan) yang dikembangkan oleh Prof. Yohannes Surya. Metode ini menekankan tentang penyampaian konsep secara konkret, interaktif, dan memahamkan. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa metode Gasing dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan hasil belajar.
SDN 01 Jajarwayang menghadapi permasalahan yang sama sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji rumusan masalah dalam penelitian yaitu bagaimana hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menerapkan metode Gasing, serta bagaimana efektivitas penggunaan metode Gasing terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan metode Gasing serta menguji efektivitasnya sebagai metode alternatif pembelajaran matematika.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen design one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS setelah melalui uji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest peserta didik adalah 82,24. Rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 89,48. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,002 < 0,05 dengan selisih rata-rata skor pretest dan posttest sebesar 7,238. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan metode Gasing, sehingga H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Gasing efektif memberikan hasil belajar matematika peserta didik yang lebih baik pada materi penjumlahan kelas II SDN 01 Jajarwayang Pekalongan
| 26SK2623062.00 | SK PGMI 26.062 KHA e | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain