TESIS HKI
Problematika Pembagian Harta Gono-Gini Pasca Perceraian (Studi Kasus di Kecamatan Tanah Sereal Kab. Bogor)
Fenomena meningkatnya angka perceraian di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor, tidak hanya menunjukkan perubahan sosial yang signifikan, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan hukum, salah satunya adalah pembagian harta gono-gini. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Bogor, terdapat 12.872 kasus perceraian antara tahun 2014 hingga 2025, dan sekitar 70% di antaranya diajukan oleh pihak istri. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan semakin aktif dalam mengambil keputusan hukum, namun setelah perceraian, sering kali muncul ketidakjelasan mengenai hak atas harta bersama. Meskipun pembagian harta gono-gini telah diatur dalam Pasal 35–37 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 85–97 Kompilasi Hukum Islam, implementasinya di lapangan sering menemui hambatan, terutama karena minimnya pemahaman masyarakat terhadap hukum, dominasi pembuktian berbasis dokumen formal, serta adanya intervensi nilai-nilai adat dan keluarga besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembagian harta gono-gini pasca perceraian, mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya, serta merumuskan solusi hukum yang adil dan kontekstual.
| 26TS2651016.00 | TS P.HKI 26.016 TED p | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain