SKRIPSI PGMI
Implementasi Model Pembelajaran Pull Out Pada Anak Tunagrahita di Sekolah Inklusi SD Negeri Kuripan Kidul 02 Kota Pekalongan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan SD Negeri Kuripan Kidul 02 Kota Pekalongan dalam melaksanakan model pembelajaran pull out pada anak tunagrahita sebagai salah satu sekolah inklusi di Kota Pekalongan yang sudah terbukti berhasil melalui proses wawancara dan observasi di lapangan.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan implementasi model pembelajaran pull out pada anak penyandang tunagrahita di sekolah inklusi SD Negeri Kuripan Kidul 02 Kota Pekalongan. (2) mendekripsikan faktor pendukung dan penghambat implementasi model pembelajaran pull out pada anak penyandang tunagrahita di sekolah inklusi SD Negeri Kuripan Kidul 02 Kota Pekalongan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru pendamping khusus dan anak tunagrahita. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan dokumentasi, wawancara, dan obseravasi.. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data (data collection), kondensasi data (data condentation), menyajikan data (data display), dan menarik simpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran pull out di SDN Kuripan Kidul 02 Kota Pekalongan sudah dilaksanakan dengan baik, dibuktikan dengan terdapat 3 tahapan di antaranya; 1) tahap persiapan, yaitu tahap penyediaan media, persiapan metode, RPP, dan persiapan materi yang sudah disesuaikan; 2) tahap pelaksanaan yaitu guru pendamping khusus memberikan pendampingan pada ABK di ruangan khusus dengan tahapan pembelajaran pada umumnya yakni kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup; 3) tahap evaluasi, yaitu setelah selesai pendampingan, yaitu GPK melakukan evaluasi dengan bentuk evaluasi berupa observasi secara langsung dan adanya penurunan indikator penilaian. Faktor pendukung meliputi; tersedianya media pembelajaran dari Lakondik; penggunaan pendekatan individual; pencatatan rutin perkembangan siswa oleh GPK; siswa menunjukkan kemajuan seperti duduk tenang dan mengikuti instruksi; GPK hadir secara rutin (Senin–Kamis) untuk mendampingi siswa; Evaluasi dilakukan secara individual dan fleksibel sesuai karakteristik siswa. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu, dan tenaga pendidik, serta perbedaan kemampuan dan kondisi siswa yang memengaruhi proses dan evaluasi pembelajaran.
| 26SK2623023.00 | SK PGMI 26.023 NOV i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain