SKRIPSI PGMI
Analisis Asesmen Diagnostik Gaya Belajar Siswa Untuk Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran PPKN Kelas IV SDN 01 Sastrodirjan
Asesmen diagnostik merupakan salah satu langkah penting dalam proses pembelajaran karena membantu guru memahami karakteristik, kemampuan awal, serta gaya belajar siswa. Pemahaman ini sangat dibutuhkan dalam pembelajaran berdiferensiasi, yang menuntut guru menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan setiap individu siswa. Dalam konteks mata pelajaran PPKn, penerapan asesmen diagnostik gaya belajar dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada analisis asesmen diagnostik gaya belajar siswa untuk mendesain pembelajaran berdiferensiasi pada mata Pelajaran PPKn di kelas IV SDN 01 Sastrodirjan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana hasil asesmen diagnostik gaya belajar siswa kelas IV SDN 01 Sastrodirjan? (2) Bagaimana desain pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar siswa kelas IV SDN 01 Sastrodirjan dalam mata pelajaran PPKn? Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk menganalisis gaya belajar siswa kelas IV SDN 01 Sastrodirjan, (2) Untuk mendesain pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Subjek penelitian adalah guru wali kelas IV serta siswa kelas IV SDN 01 Sastrodirjan. Data dianalisis melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) asesmen diagnostik gaya belajar terhadap 32 siswa kelas IV mengidentifikasi adanya keberagaman gaya belajar, yaitu (a) 14 siswa (44%) bergaya belajar visual yang lebih mudah memahami materi melalui gambar, poster, diagram, dan video; (b) 11 siswa (34%) bergaya belajar auditori yang lebih memahami materi melalui penjelasan lisan, diskusi, dan mendengarkan cerita; dan (c) 7 siswa (22%) bergaya belajar kinestetik yang lebih menyukai praktik langsung, simulasi, dan aktivitas yang melibatkan gerakan. (2) Desain pembelajaran berdiferensiasi yang akan didesain berdasarkan hasil asesmen dilaksanakan dengan (a) diferensiasi konten berupa variasi bahan ajar dalam bentuk teks, media visual, audio, dan praktik; (b) diferensiasi proses dengan metode ceramah interaktif, diskusi, praktik langsung, dan simulasi; serta (c) diferensiasi produk berupa kebebasan siswa menampilkan hasil belajar sesuai gaya belajarnya, misalnya mind map untuk visual, presentasi lisan untuk auditori, dan demonstrasi praktik untuk kinestetik. Strategi ini dituangkan dalam modul ajar PPKn dengan materi “Hak dan Kewajiban” sebagai contoh konkret penerapan pembelajaran berdiferensiasi.
| 26SK2623017.00 | SK PGMI 26.017 FIT a | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain