SKRIPSI PGMI
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Melalui Kegiatan Pembuatan Maket Rumah Dalam Membina Kreativitas Peserta Didik Kelas IV di SD Negeri Kradenan 01
Kurikulum Merdeka merupakan inovasi yang berfokus pada pembentukan karakter dan kreativitas peserta didik melalui P5 yang menanamkan nilai-nilai profil pelajar pancasila. Di SD Negeri Kradenan 01, Mengoptimalkan kreativitas peserta didik serta banyaknya limbah kardus yang belum dimanfaatkan menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Kepadatan penduduk dengan kondisi rumah yang tidak layak huni menjadi pemicu munculnya isu lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan kegiatan P5 melalui pembuatan maket rumah dengan memanfaatkan bahan bekas seperti kardus dan stik es krim sebagai upaya membina kreativitas peserta didik.
Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan implementasi P5 melalui kegiatan pembuatan maket rumah dalam membina kreativitas peserta didik kelas IV, menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi P5, seta menjelaskan solusi dalam mengatasi hambatan tersebut.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan, dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data pada penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 melalui kegiatan membuat maket rumah dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan kegiatan ini meliputi membentuk tim fasilitator, menentukan tingkat kesiapan satuan pendidikan, merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu, menyusun modul projek, serta merencanakan strategi pelaporan hasil. Pelaksanaannya melalui tahap pengenalan, kontekstualisasi, aksi, refleksi, dan tindak lanjut, serta evaluasi yang meliputi Context, Input, Process, Product. Melalui kegiatan ini, peserta didik dapat mengoptimalkan kreativitas, meliputi rasa ingin tahu, percaya diri, mandiri, berani dalam berpendapat dan mengambil risiko. Faktor yang mendukung meliputi kolaborasi peran guru, oang tua, dan masyarakat, lingkungan sekolah yang suportif, ketersediaan sarana dan prasarana, dan rancangan yang matang. Beberapa hambatan yang dihadapi meliputi manajemen waktu yang kurang optimal, kurangnya minat belajar peserta didik, dan kesulitan dalam penyusunan modul projek. Dalam mengatasi hambatan, dapat diatasi dengan penjadwalan secara fleksibel dan koordinasi tim fasilitator, melakukan pendekatan personal dengan lebih interaktif, serta menyusun modul secara bertahap di waktu luang atau menjalin kerja sama dengan rekan sejawat.
| 26SK2623014.00 | SK PGMI 26.014 ANI i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain