SKRIPSI PGMI
Implementasi Metode Tusuk Sate Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Kemampuan Numerasi Siswa Pada Materi Pembagian Bimbingan Kelas IV Di MIS Manba'ul Huda Gumawang Kec,Wiradesa,Kab, Pekalongan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan kemampuan numerasi siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi pembagian bilangan di kelas IV MIS Manba’ul Huda Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar siswa menganggap materi pembagian sulit dan membosankan, sehingga diperlukan metode pembelajaran inovatif yang mampu membantu siswa memahami konsep secara konkret dan menyenangkan. Salah satu alternatif metode yang diterapkan adalah metode tusuk sate, yaitu pendekatan pembelajaran berbasis media konkret yang menggunakan alat sederhana untuk memperjelas konsep pembagian melalui pengalaman langsung.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses implementasi metode tusuk sate dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan numerasi siswa, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya pada pembelajaran matematika di kelas IV MIS Manba’ul Huda Gumawang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru kelas IV, dan peserta didik kelas IV. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, serta dokumen sekolah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi metode tusuk sate dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru menyiapkan perangkat pembelajaran secara sistematis, melaksanakan kegiatan belajar yang aktif dan menyenangkan dengan melibatkan siswa secara langsung dalam praktik pembagian menggunakan tusuk sate, serta melakukan evaluasi yang menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan kemampuan numerasi siswa. (2) Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan metode tusuk sate terdiri dari faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung mencakup antusiasme siswa, kreativitas guru, dukungan sekolah, serta kondisi kelas yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan awal siswa, dan kurangnya dukungan belajar dari orang tua di rumah.
| 26SK2623011.00 | SK PGMI 26.011 ALI i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain