SKRIPSI PGMI
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Pancasila Kelas V Di SD 01 Kayu Garitan Pekalongan
Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian peserta didik agar memiliki moral, etika, dan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal dengan guru kelas V di SDN 01 Kayugeritan Pekalongan, penerapan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih adanya peserta didik yang kurang disiplin, kurang bekerja sama dalam kelompok, serta rendahnya sikap tanggung jawab dan kejujuran. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter secara lebih efektif, khususnya melalui materi Pancasila.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada materi Pancasila kelas V di SDN 01 Kayugeritan Pekalongan, serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di SDN 01 Kayugeritan dilaksanakan melalui tiga tahap utama: (1) Perencanaan, yaitu guru menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul ajar yang berorientasi pada nilai-nilai Pancasila; (2) Pelaksanaan, yaitu pengintegrasian nilai religius, disiplin, kerja sama, jujur, dan tanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran; dan (3) Evaluasi, yang dilakukan secara formatif, sumatif, dan autentik untuk menilai perilaku serta pemahaman nilai karakter siswa. Kendala yang ditemukan antara lain kurangnya pemahaman guru terhadap konsep pendidikan karakter, pengaruh negatif media sosial terhadap sikap siswa, keterbatasan sumber belajar, serta minimnya dukungan orang tua dan masyarakat. Solusi yang dilakukan adalah melalui pelatihan guru, pemanfaatan media digital yang positif, penggunaan metode pembelajaran variatif, serta penguatan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
| 26SK2623008.00 | SK PGMI 26.008 NUR i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain