SKRIPSI PAI
Implementasi Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament Untuk Mengatasi Masalah Keaktifan Pada Pembelajaran Akidah Akhlak Kelas XI Di MA Darussalam Subah Batang
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Menurut hasil kajian pustaka yang telah peneliti lakukan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang menghadapi masalah dalam hal keaktifan, khususnya pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Sebagai solusi, guru dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) untuk mengatasi masalah keaktifan siswa, mengetahui kondisi keaktifan siswa saat model tersebut diterapkan, serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada model TGT. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara langsung, serta dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan metode triangulasi sumber dan teknik. Sementara itu, teknik analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa implementasi model kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) untuk mengatasi masalah keaktifan pada pembelajaran Akidah Akhlak kelas XI di MA Darussalam Subah Batang berjalan dengan baik, yang dibuktikan dengan implementasi dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan (kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup), dan tahap evaluasi. Keadaan keaktifan siswa pada saat penerapan model TGT menunjukkan bahwa siswa lebih terlibat dan aktif dalam proses pembelajaran sesuai dengan indikator-indikator keaktifan siswa. Yang dibuktikan dengan dari 28 siswa terdapat 25 siswa yang telah memenuhi semua indikator keaktifan yaitu indikator perhatian (memperhatikan penjelasan guru), interaksi dengan guru (bertanya kepada guru), interaksi dengan sesama siswa (tanya jawab, bekerjasama, dan berdiskusi), dan mengemukakan pendapat (mempresentasikan hasil diskusi). Adapun untuk kelebihannya yaitu dapat mengatasi masalah keaktifan dan membuat siswa lebih termotivasi dalam proses pembelajaran. Sedangkan kekurangannya yaitu kebutuhan akan waktu atau jam pelajaran yang lebih banyak dibandingkan dengan metode pembelajaran konvenisonal.
| 25SK2521302.00 | SK PAI 25.302 AIS i | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain