SKRIPSI IAT
Relevansi Pemaknaan Kata Wizrun Dalam Al-Qur'an Dengan Pemahaman Konstruksi Masyarakat (Kajian Semantik Toshihiko Izutsu)
Perbedaan penggunaan istilah dosa dalam Al-Qur’an, seperti wizrun, dzanbun, itsmun, junaahun, dan khotiah, menunjukkan adanya nuansa makna yang perlu dikaji lebih dalam melalui pendekatan semantik. Kajian ini menjadi relevan untuk memahami bagaimana masyarakat menginternalisasi konsep dosa, baik secara individual maupun sosial, serta bagaimana pemahaman tersebut memengaruhi penetapan hukum dan perilaku keagamaan di tengah perbedaan tradisi dan madzhab. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menelaah makna kata wizrun dalam Al-Qur’an dan relevansinya terhadap keberagaman pemahaman masyarakat mengenai dosa. Berlatar dari permasalahan tersebut, penulis dalam penelitian ini ingin mengkaji dua aspek terkait: (1) Pemaknaan kata wizrun dalam Al-Qur’an menurut perspektif sematik Toshihiko Izutsu (2) relevansi makna wizrun terhadap pemahaman konstruksi masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan semantik milik Toshihiko Izutsu serta menggunakan teori konstruksi sosial Peter L Berger dan Thomas Luckmann.
| 25SK2531025.00 | SK IAT 25.025 MUH r | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain