SKRIPSI IAT
Diversitas Interpretasi Qs. An-Nisa': 3 Dalam Diskursus Pro Dan Kontra Poligami Di Media Online
Poligami menjadi persoalan keagamaan yang masih eksis hingga saat ini. Interpretasi tehadap ayatnya pun, utamanya QS. An-Nisa’: 3 sering diperdebatkan di ruang publik, termasuk di media online. Adanya diversitas interpretasi QS. An-Nisa’: 3 pada akhirnya melahirkan pro-kontra dalam memahami poligami. Kemunculannya tidak hanya dipengaruhi oleh perbedaan pemaknaan literal teksnya saja, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar teks, seperti: latar belakang keilmuan mufasir, pengalaman sosial dan keagamaan atau kepentingan tertentu yang mendasari pemikiran mereka. Realitas saat ini menunjukkan bukan hanya para ulama atau tokoh agamawan saja yang berani melakukan interpretasi terhadap QS. An-Nisa’: 3, namun siapapun dan dari latar belakang bagaimanapun, meskipun tidak memiliki otoritas keilmuan yang mumpuni, ia tetap bisa menyebarkan interpretasi dan pemahaman keagamaannya melalui media online. Berlatar dari permasalahan tersebut, penulis dalam penelitian ini ingin mengkaji tiga aspek terkait: (1) Diversitas interpretasi QS. An-Nisa’: 3 dalam diskursus media online (2) Faktor-faktor diskursif munculnya diversitas interpretasi QS. An-Nisa’: 3 dalam media online dan klasifikasi motif dibalik praktik poligami (3) Implikasi adanya diskursus poligami di media online dan persepsi publik terhadap praktik poligami di masyarakat.
| 25SK2531023.00 | SK IAT 25.023 NAD d | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain