SKRIPSI PGMI
Implementasi Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran IPASDalam Mengembangkan Keterampilan Abad 21 (4C) Peserta Didik Kelas 5 SD Negeri 01 Karangtengah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan tuntutan sistem pendidikan pada era society 5.0, dimana keterampilan abad-21 menjadi krusial di tengah perkembangan teknologi dan informasi. Namun secara umum di Indonesia, keterampilan abad-21 (4C) ini masih tergolong rendah yang disebabkan oleh kurangnya variasi guru dalam melaksanakan pembelajaran. Salah satu alternatif untuk mengambangkan keterampilan abad-21 (4C) melalui model problem based learning. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi model Problem based learning dalam mata pelajaran IPAS di SD Negeri 01 Karangtengah, (2) Bagaimana perkembangan keterampilan abad-21 (4C) setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan model Problem based learning pada mata pelajaran IPAS di SD Negeri 01 Karangtengah, dan (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi model Problem based learning pada mata pelajaran IPAS di kelas 5 SD Negeri 1 Karangtengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi model problem based learning di SD Negeri 01 Karangtengah dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar sebagai panduan pembelajaran. Tahap pelaksanaan melibatkan kegiatan pemecahan masalah secara aktif dan kolaboratif oleh peserta didik. Tahap evaluasi digunakan untuk menilai pemahaman, sikap, dan keterampilan peserta didik melalui berbagai teknik asesmen. Setelah pembelajaran menggunakan model problem based learning keterampilan critical thinking, creativity, collaboration, dan communication peserta didik berkembang secara signifikan. Perkembangan keterampilan 4C tersebut tercermin dari indikatorindikator yang muncul selama proses pembelajaran. Faktor pendukung implementasi model PBL meliputi dukungan kepala sekolah, kompetensi guru, antusiasme siswa, serta tersedianya media dan sarana pembelajaran. Namun, terdapat pula kendala seperti keterbatasan waktu dan keterbatasan fasilitas seperti laboratorium dan proyektor. Secara keseluruhan, model PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan abad-21 siswa jika didukung dengan perencanaan dan fasilitas yang memadai.
| 25SK2523135.00 | SK PGMI 25.135 AMA i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain