SKRIPSI PGMI
Implementasi Pelestarian Budaya Lokal Melalui Mata Pelajaran Muatan Lokal Dawet Ayu Kelas 5 Di SDN 1 Sidakangen Banjarnegara
Budaya lokal merupakan warisan nilai, norma, adat istiadat, dan kebiasaan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di suatu daerah. Budaya ini menjadi identitas yang harus dilestarikan agar tidak punah, terutama di tengah arus globalisasi yang semakin mengikis nilai-nilai budaya lokal. Salah satu bentuk pelestarian budaya lokal dapat dilakukan melalui pendidikan, khususnya melalui pembelajaran muatan lokal. Muatan lokal dawet ayu kelas 5 di SDN 1 Sidakangen Banjarnegara menjadi salah satu upaya dalam mengenalkan dan menanamkan kebudayaan lokal kepada peserta didik sejak dini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana implementasi pelestarian budaya lokal melalui muatan lokal dawet ayu kelas 5 di SDN 1 Sidakangen Banjarnegara? 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pelestarian budaya lokal kelas 5 di SDN 1 Sidakangen Banjarnegara? Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk menjelaskan implementasi pelestarian budaya lokal melalui muatan lokal dawet ayu kelas 5 di SDN 1 Sidakangen Banjarnegara 2) Untuk menjelaskan faktor pendukung dan penghambat pelestarian budaya lokal melalui muatan lokal dawet aytu kelas 5 di SDN 1 Sidakangen Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau field research dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh dari wawancara dengan kepala sekolah, wali kelas 5, peserta didik 5, serta observasi di SDN 1 Sidakangen Banjarnegara. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen terkait pelestarian budaya lokal melalui muatan lokal. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, penyajian data, dan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Pelestarian Budaya Lokal Melalui Muatan Lokal Dawet Ayu Kelas 5 di SDN 1 Sidakangen Banjarnegara mencangkup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan pendidik akan memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan. Pada tahap pelaksanaan dilakukan melalui dua bentuk kegiatan yaitu pembelajaran teori di dalam kelas dan pembelajaran praktik dalam kegiatan pekan keterampilan. Tahap evaluasi dilakukan secara tertulis saat proses pembelajaran , PAS, PAT dan kegiatan praktik. Adapun faktor pendukung implementasi pelestarian budaya lokal melalui muatan lokal dawet ayu adalah tingginya antusias peserta didik dan tumbuhnya kesadaran pentingnya budaya lokal dari peserta didik, pendidik, dan pemerintah daerah. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya sarana prasarana terutama keterbatasan media pembelajaran proyektor.
| 25SK2523134.00 | SK PGMI 25.134 SOL i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain