SKRIPSI PGMI
Problematika Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas II Di SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu pendekatan yang menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Dalam konteks Sekolah Dasar, khususnya di kelas II, pendekatan ini menjadi penting karena pada tahap ini siswa masih berada dalam proses perkembangan karakter, kemampuan berpikir konkret, dan kemampuan numerik dasar. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran berdiferensiasi belum sepenuhnya berjalan efektif di lapangan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan pemahaman guru, serta keterbatasan waktu dan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Matematika kelas II di SD Muhammadiyah Kebagusan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apa problematika pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Matematika kelas II di SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang? dan (2) Bagaimana solusi untuk mengatasi problematika pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika kelas II di SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang? Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi meliputi kurangnya pemahaman guru mengenai konsep dan strategi pembelajaran berdiferensiasi, tingkat kemampuan siswa yang beragam sehingga menyulitkan guru dalam mengelompokkan siswa sesuai kebutuhan belajar, kesulitan dalam mengelola kelas ketika melakukan kegiatan belajar yang berbeda secara bersamaan, terbatasnya media pembelajaran untuk menyampaikan materi dengan variasi yang sesuai gaya belajar siswa, keterbatasan waktu dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, minimnya sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran. Untuk mengatasi problematika diatas maka terdapat beberapa solusi efektif yaitu pelaksanaan In House Training (IHT) untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pembelajaran berdiferensiasi, penguatan sarana dan prasana, dan kolaborasi antar guru dan tim pengembangan sekolah agar lebih di aktifkan lagi.
| 25SK2523123.00 | SK PGMI 25.123 FRI p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain