SKRIPSI PGMI
Implementasi Model Project Based Learning (PJBL) Pembuatan Peta Indonesia Dari Limbah Kertas di SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pendekatan konseptual dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi secara nyata dan mendalam. Di sisi lain, banyaknya limbah kertas di lingkungan sekolah menjadi peluang untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Model Project Based Learning (PJBL) menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Dengan mengintegrasikan PJBL dan pemanfaatan limbah kertas, pembelajaran IPAS menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi model Project Based Learning (PJBL) pembuatan peta Indonesia dari limbah kertas di SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang, serta apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model PJBL dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi implementasinya dalam konteks pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelas V dan siswa di SD Muhammadiyah Kebagusan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model PjBL dalam pembuatan peta Indonesia dengan memanfaatkan limbah kertas berjalan efektif. Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan hingga presentasi hasil proyek. Faktor pendukung meliputi antusiasme siswa, kemudahan memperoleh bahan, dan dukungan dari guru serta sekolah. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemui antara lain keterbatasan waktu, kendala teknis dalam pembuatan media, serta partisipasi siswa yang belum merata. Secara keseluruhan, model PJBL terbukti mampu meningkatkan keterampilan kolaborasi, kreativitas, serta pemahaman konsep IPAS siswa.
| 25SK2523083.00 | SK PGMI 25.083 SOF i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain