SKRIPSI PGMI
Strategi Guru Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Penjasorkes Kelas IV SD Negeri Karanggondang
Partisipasi aktif dalam proses pembelajaran sangat penting untuk mencapai hasil pendidikan yang positif. Dalam konteks pendidikan jasmani, keaktifan ini melibatkan aspek fisik, mental, dan emosional, yang semuanya penting untuk pengembangan keterampilan motorik dan sosial siswa. Dalam pembelajaran Penjasorkes di banyak SD/MI masih menghadapi berbagai kendala yang mempengaruhi efektivitas proses belajar mengajar seperti kurang memadainya sarana dan prasarana, keterbatasan media pembelajaran, serta rendahnya motivasi dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang belum optimal, termasuk teknik evaluasi yang kurang tepat, turut menjadi faktor penghambat pencapaian tujuan pembelajaran Penjasorkes secara maksimal. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah strategi apa yang digunakan guru untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran Penjasorkes di kelas IV SD Negeri Karanggondang, serta apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran Penjasorkes. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran Penjasorkes di kelas IV SD Negeri Karanggondang serta menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Penjasorkes dan Kepala Sekolah SD Negeri Karanggondang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami secara komprehensif dan mendalam berbagai strategi yang diterapkan oleh guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, antara lain memberikan motivasi, umpan balik, bimbingan berkelanjutan, serta menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan melalui variasi aktivitas fisik dan permainan. Strategi tersebut mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, baik secara fisik, kognitif, maupun sosial. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini meliputi motivasi intrinsik siswa, dukungan lingkungan sekolah, serta hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah keterbatasan sarana prasarana, perbedaan kemampuan fisik siswa, dan keterbatasan waktu pembelajaran.
| 25SK2523077.00 | SK PGMI 25.077 RIZ s | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain