SKRIPSI PGMI
Implementasi Metode Diskusi Kelompok Pada Mapel Bahasa Indonesia Di Kelas IV MIS NU Al-Utsmani Kajen Kabupaten Pekalongan
Saat ini dunia pendidikan sudah semakin maju dan berkembang,dimana pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru akan tetapi peserta didiklah yang akan ikut serta aktif dalam kelas saat pembelajaran. Dalam lembaga pendidikan sekolah dasar apalagi di kelas-kelas atas masih ada beberapa guru yang lebih sering menggunakan metode ceramah saja. Tentunya hal itu tidak memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengekspresikan diri, menyatakan atau menyampaikan pendapat ataupun keberanian untuk berbicara dalam kelas. Padahal seharusnya peserta didik mulai usia sekolah dasar sudah mulai dikenalkan atau diterapkan suatu metode yang membuat mereka berani untuk mengungkapkan pendapat ataupun pengetahuan yang mereka ketahui,sehingga akan mendidik peserta didik menjadi lebih aktif,kritis dan juga menambah wawasan pengetahuan dalam berpendapat ataupun lainnya. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti akan memaparkan beberapa masalah yaitu: 1) Implementasi metode diskusi pada mapel Bahasa Indonesia siswa kelas lV MIS NU Al-Utsmani Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. 2) Kendala dan solusi yang dilakukan guru dalam menerapkan metode diskusi pada mapel Bahasa Indonesia siswa kelas lV MIS NU Al-Utsmani Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan atau file research. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisi data dalam penelitian ini adalah reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan diskusi kelas lV MIS NU Al-Utsmani Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan ini berjalan efektif dilihat dari segi hasil diskusi, yakni bahwa permasalahan yang menjadi topik diskusi dapat diselesaikan oleh siswa. Sedangkan jika dilihat dari prosesnya diskusi ini belum bisa dikatakan efektif,karena tidak semua siswa berperan aktif dalam diskusi. Beberapa kendala dalam proses pelaksanaan diskusi di kelas lV yaitu siswa secara keseluruhan belum berpartisipasi aktif dalam kegiatan diskusi dan terbatasnya sarana dan prasarana yang ada di sekolahan. Solusi yang guru lakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu, Guru memberikan reward per kelompok ataupun ice breaking disela-sela pelaksanaan diskusi dan guru yang menyediakan alat atau media sendiri ataupun juga meminta siswa untuk membawa alat yang dibutuhkan untuk pembelajaran
| 25SK2523066.00 | SK PGMI 25.066 MUS i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain