SKRIPSI PGMI
Implementasi Manajemen Kelas Berbasis Diferensiasi Dalam Pembelajaran IPAS di MII Legokgunung Kecamatan Wonopringgo
Pembelajaran IPAS menuntut pemahaman konsep yang mendalam dan kemampuan berpikir kritis, namun dalam praktiknya guru menghadapi tantangan karena perbedaan kemampuan dan latar belakang siswa. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi menjadi solusi yang relevan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada manajemen kelas yang efektif. Di madrasah seperti MII Legokgunung, telah dilakukan upaya menerapkan strategi diferensiasi, namun masih ditemukan kendala seperti keterbatasan pelatihan guru dan sumber daya pendukung. Kajian mengenai manajemen kelas berbasis diferensiasi di lingkungan madrasah masih terbatas, padahal konteks dan karakteristiknya unik serta potensial untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana implementasi manajemen kelas berbasis diferensiasi dalam pembelajaran IPAS di MII Legokgunung Kecamatan Wonopringgo? dan 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambatnya?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi manajemen kelas berbasis diferensiasi dalam pembelajaran IPAS di MII Legokgunung Kecamatan Wonopringgo dan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui wawancara guru kelas IV dan satu guru kelas V, serta observasi di MII Legokgunung. Data sekunder diperoleh dari hasil wawancara siswa kelas IV dan Kelas V, serta dokumentasi berbagai sumber yang relevan dengan penelitian ini. Keabsahan data divalidasi melalui triangulasi teknik yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan serta melalui triangulasi sumber yaitu guru kelas IV, guru kelas V, dan siswa kelas IV dan V. Proses analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi untuk menarik kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi manajemen kelas berbasis diferensiasi dalam pembelajaran IPAS di MII Legokgunung telah berjalan efektif dan menyeluruh, mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang berorientasi pada kebutuhan dan karakteristik siswa; dan 2) Keberhasilan implementasi ini didukung oleh kebijakan madrasah, kompetensi guru, serta lingkungan belajar yang mendukung, meskipun masih terdapat hambatan seperti ketidaksiapan siswa dan keterbatasan waktu guru yang diatasi melalui bimbingan, tutor sebaya, serta kolaborasi dalam forum KKG.
| 25SK2523062.00 | SK PGMI 25.062 AHM i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain