SKRIPSI PBS
Pengaruh Digital Marketing, Gaya Hidup, dan Religiusitas Terhadap Perilaku Konsumsi Dengan Positive Emotion Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Generasi Z Di Kabupaten Pekalongan Pengguna E-Commerce Shopee)
Pekalongan mempunyai julukan sebagai Kota Santri karena memiliki 138 pondok pesantren tersebar di daerah ini, sehingga sudah seharusnya perilaku konsumsi masyarakat Pekalongan sesuai pada syariat Islam. Namun pada kenyataannya, masyarakat Pekalongan sendiri masih banyak yang berlebihan dalam berperilaku konsumsi, misalnya pada bulan ramadhan atau menjelang lebaran. Masyarakat Pekalongan lebih menonjolkan fashion dan gaya hidupnya, sehingga hal ini bertolak belakang dengan label 'Pekalongan Kota Santri'. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Pengaruh Digital Marketing, Gaya Hidup, dan Religiusitas terhadap Perilaku Konsumsi dengan Positive Emotion sebagai Variabel Intervening pada Generasi Z di Kabupaten Pekalongan Pengguna E-Commerce Shopee. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 252.595 Generasi Z di Kabupaten Pekalongan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang ditentukan berdasarkan hasil perhitungan rumus slovin dengan margin of error 10%. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh dan signifikan terhadap perilaku konsumsi sebesar 0.420 dengan nilai signifikansi 0.002 < 0.05. Gaya hidup berpengaruh dan signifikan terhadap perilaku konsumsi sebesar 0.634 dengan nilai signifikansi sebesar 0.001 < 0.05. Religiusitas berpengaruh dan signifikan terhadap perilaku konsumsi sebesar 0.186 dengan nilai signifikansi sebesar 0.008 < 0.05. Positive emotion tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi sebesar -0.071 dengan nilai signifikansi sebesar 0.082 > 0.05. Digital marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap positive emotion sebesar -0.458 dengan nilai signifikansi sebesar 0.179 > 0.05. Gaya hidup berpengaruh dan signifikan terhadap positive emotion sebesar 1.728 dengan nilai signifikansi sebesar 0.00 < 0.05. Religiusitas berpengaruh dan tidak signifikan terhadap positive emotion sebesar 0.314 dengan nilai signifikansi sebesar 0.069 > 0.05. Nilai t hitung = 1.1034 < nilai t tabel = 1.66055 yang berarti positive emotion tidak memediasi digital marketing terhadap perilaku konsumsi. Nilai t hitung = -1.9062 < nilai t tabel = 1.66055 yang berarti Positive emotion tidak memediasi gaya hidup terhadap perilaku konsumsi. Kata kunci: Digital Marketing, Gaya Hidup, Religiusitas, Positive Emotion, Perilaku Konsumsi.
| 25SK2542080.00 | SK PBS 25.080 KHO p | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain