SKRIPSI ILHA
Perbandingan Ibnuu Abd Al-Barr (W.463 H) Dengan Yusuf Qardhawi (W. 1444 H) Terhadap Pemahaman Hadis Tentang Memerangi Kaum Musyrik
Hadis Nabi tentang perintah memerangi manusia (Umirtu an uqatila al-nas) merupakan salah satu hadis yang sering menimbulkan kontroversi dalam pemaknaannya. Jika dipahami secara literal, hadis tersebut seolah melegitimasi kekerasan terhadap non-Muslim hingga mereka memeluk Islam. Padahal, dalam konteks sejarah, hadis ini diturunkan dalam situasi perang dan penolakan dakwah secara keras oleh kaum musyrik Quraisy. Oleh karena itu, kajian terhadap hadis ini menjadi penting untuk menjawab problem metodologis dan kontekstual dalam pemahaman keagamaan. Dalam penelitian ini, hadis tersebut dianalisis melalui dua pendekatan tokoh penting: IBNU Abd al-Barr (W. 463 H) dan Yusuf al-Qardhawi (W. 1444 H), yang mewakili model klasik dan kontemporer dalam memahami sunnah Nabi. Penelitian ini berangkat dari dua rumusan masalah: bagaimana pemahaman hadis menurut IBNU Abd al-Barr dan Yusuf al-Qardhawi, serta bagaimana perbandingan antara keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan metode masing-masing tokoh dalam memahami hadis, sekaligus mengungkap perbedaan orientasi, metodologi, dan konteks keilmuan mereka.
| 25SK2532007.00 | SK ILHA 25.007 MUH p | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain