SKRIPSI PBS
Analisis Perbandingan Tingkat Kesehatan Keuangan Melalui Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Goverance, Earning, and Capital) Pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah dan Bank Swasta Syariah yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2019-2024
Perbankan syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keuangan berbasis syariah. Baik BPD Syariah maupun bank swasta syariah memiliki peran dalam mendorong ekonomi dan inklusi keuangan. Namun, perbedaan struktur kelembagaan dan tingkat persaingan memerlukan kajian lebih lanjut terkait kesehatan keuangan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat kesehatan keuangan BPD Syariah dan Bank Swasta Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan pada periode 2019–2024 dengan menggunakan pendekatan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, dan Capital). Data yang digunakan bersumber dari laporan keuangan tahunan masing-masing bank yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kemudian data yang diperoleh diolah dengan Microsoft Exel 2019 dan IBM SPSS Statistic 27. Hasil penelitian hasil analisis deskriptif dan statistik, tingkat kesehatan BPD Syariah tahun 2019–2024 berada dalam kategori "Sangat Sehat" (90,6%), sedangkan Bank Swasta Syariah tergolong "Sehat" (81%). Pada faktor Risk Profile (NPF dan FDR) dan faktor Earning (ROA dan BOPO), terdapat perbedaan signifikan. sedangkan pada faktor Good Corporate Governance (GCG) dan Capital (CAR), tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua jenis bank. Secara keseluruhan, BPD Syariah memiliki tingkat kesehatan keuangan yang lebih baik dibanding Bank Swasta Syariah.
| 25SK2542109.00 | SK PBS 25.109 SAL a | My Library (Lantai.3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain