SKRIPSI HES
Implementasi Dana Ta'zir Dan Ta'widh Pada Nasabah Wanprestrasi Bank Muamalat Kota Pekalongan
Bank Muamalat sebagai pionir perbankan syariah di Indonesia memiliki tanggung jawab dalam menerapkan prinsip keadilan dan kepatuhan syariah dalam seluruh aspek operasionalnya, termasuk dalam menangani nasabah wanprestasi. Salah satu instrumen yang digunakan adalah dana taʿzīr dan taʿwīḍ, yaitu bentuk sanksi dan kompensasi keuangan terhadap nasabah yang gagal memenuhi kewajiban akad tanpa alasan syar’i. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi dana taʿzīr dan taʿwīḍ diterapkan di Bank Muamalat Kota Pekalongan dan sejauh mana hal tersebut sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan fatwa DSN-MUI. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan pihak bank dan nasabah, serta studi dokumentasi terhadap regulasi dan fatwa terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Muamalat Kota Pekalongan telah menerapkan dana taʿzīr dan taʿwīḍ sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000 dan No. 43/DSN-MUI/VIII/2004. Proses pemberlakuan sanksi diawali dengan klasifikasi keterlambatan, klarifikasi kondisi nasabah, dan pemberian solusi restrukturisasi. Pengenaan sanksi dilakukan secara selektif dan transparan, serta disalurkan untuk kepentingan sosial (dana taʿzīr) dan sebagai ganti rugi riil (dana taʿwīḍ). Pendekatan ini tidak hanya menjaga kelangsungan usaha bank, tetapi juga memperkuat budaya disiplin keuangan yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
| 25SK2512057.00 | SK HES 25.057 AMI i | My Library (Lantai 3, R. Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain