SKRIPSI PIAUD
Peran Guru Dalam Membangung Interaksi Sosial Anak Usia Dini Kelompok A3 di RA Muslimat NU Karangdadap Kabupaten Pekalongan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya interaksi sosial anak usia dini di RA Muslimat NU Karangdadap Kabupaten Pekalongan, yang mana masih terdapat beberapa anak yang enggan untuk berinteraksi. Dari hasil observasi awal yang sudah peneliti lakukan di RA Muslimat NU Karangdadap Kabupaten Pekalongan dan menggaris bawahi bahwa peran guru memiliki peran yang sangat penting untuk membantu siswa dalam perkembangan sosialnya dan pentingnya memfasilitasi siswa dalam upaya membangun interaksi sosial. Penelitian ini mencakup dua rumusan masalah yaitu bagaimana peran guru dalam membangun interaksi sosial anak usia dini kelompok A3 di RA Muslimat NU Karangdadap Kabupaten Pekalongan dan apa saja tantangan guru dan solusinya dalam membangun interaksi sosial anak usia dini kelompok A3 di RA Muslimat NU Karangdadap. Tujuan penelitiannya yaitu, untuk mendeskripsikan peran guru dalam membangun interaksi sosial anak usia dini kelompok A3 di RA Muslimat NU Karangdadap Kabupaten Pekalongan dan untuk mendeskripsiskan tantangan dan solusi dalam membangun interaksi sosial anak usia dini kelompok A3 di RA Muslimat NU Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mendeskripsikan bagaimana peran guru dalam membangun interaksi sosial anak usia dini kelompok A3 di RA Muslimat NU Karangdadap Kabupaten Pekalongan dan untuk mendeskripsikan tantangan dan solusi dalam membangun interaksi sosial anak usia dini kelompok A3 di RA Muslimat NU Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa guru berperan dalam membangun interaksi sosial anak usia dini kelompok A3 di RA Muslimat NU Karangdadap Kabupaten Pekalongan, meliputi 4 peran yaitu yang pertama, guru berperan sebagai mediator atau sumber belajar dan fasiliator, kedua, guru berperan sebagai model dan teladan, ketiga, guru berperan sebagai motivator, dan yang keempat, adalah guru berperan sebagai pembimbing dan evaluator. Kemudian tantangan yang dihadapi termasuk perbedaan karakteristik anak-anak, kurangnya motivasi, dan perilaku anak-anak yang cenderung negatif. Solusi yang diusulkan meliputi kolaborasi dengan orang tua, strategi pembelajaran yang interaktif, dan motivasi individual.
| 25SK2524064.00 | SK PIAUD 25.064 SIN p | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain