SKRIPSI PIAUD
Implementasi Kegiatan Berenang Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Kartini Kaliboyo Batang
Perkembangan motorik kasar anak usia dini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang fisik secara optimal. Namun, masih ditemukan sejumlah anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan kemampuan motorik kasar akibat kurangnya stimulasi gerak yang terstruktur. Kegiatan berenang merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang menyenangkan dan bertujuan untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar secara menyeluruh. TK Kartini Kaliboyo Batang merupakan lembaga pendidikan yang mengimplementasikan kegiatan berenang sebagai bagian dari program ekstrakurikuler wajib yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi gerak, keseimbangan, dan kekuatan otot anak. Visi sekolah yang mendukung pengembangan potensi anak secara holistik menjadi dasar kuat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas dan wali murid, serta dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan berenang yang dilaksanakan secara terstruktur dan menyenangkan mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia secara signifikan. Anak-anak menunjukkan perkembangan positif dalam keseimbangan, kelincahan, dan kepercayaan diri. Kesimpulannya, kegiatan berenang dapat dijadikan sebagai strategi efektif dalam mengembangkan kemampuam motorik kasar anak usia dini, dengan catatan didukung oleh fasilitas, tenaga ahli, dan keterlibatan orang tua secara aktif. Kegiatan bernang yang dijadikan sebagai program ekstrakulikuler wajib terbukti berjalan efektif karena didukung oleh berbagai faktor penting. Faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu fasilitas kolam renang yang aman dan lokasinya dekat dari sekolah, dukungan penuh dari pihak sekolah, adanya pelatih renang yang berpengalaman dan memahami anak usia dini, antusiasme anak yang tinggi terhadap aktivitas air, keterlibatan aktif orang tua dalam bentuk komunikasi dan dukungan moral, serta jadwal pelaksanaan yang rutin dan menyenangkan. Namun tedapat juga beberapa faktor penghambat yaitu biaya tambahan untuk sewa kolam dan jasa pelatih yang dirasakan cukup membebani oleh sebagian orang tua, dan adanya anak-anak yang merasa takut tehadap air, yang memerlukan pendekatan khusus dan motivasi berulang dari guru maupun pelatih.
| 25SK2524060.00 | SK PIAUD 25.060 IRM i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain