SKRIPSI PIAUD
Aktivitas Permainan Estafet Hula Hoop Untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Di Tarbiyatul Athfal (TA) Az Zahra Rifaiyah Bojong
Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini, karena berkaitan langsung dengan kemampuan dalam mengontrol gerakan tubuh dalam aktivitas sehari-hari. Namun, dari observasi awal di Tarbiyatul Athfal (TA) Az Zahra Rifaiyah Bojong menunjukkan bahwa beberapa anak usia 4-5 tahun mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan motorik kasarnya, seperti kurangnya koordinasi antara tangan dan kaki dan keseimbangan yang belum stabil. untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan aktivitas gerak fisik motorik kasar melalui belajar sambil bermain. Berdasarkan latar belakang masalah diatas , maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana aktivitas permainan estafet hula hoop dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun di Tarbiyatul Athfal (TA) Az Zahra Rifaiyah Bojong? Bagaimana faktor pendukung dan penghambat aktivitas permainan estafet hula hoop dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun di Tarbiyatul Athfal (TA) Az Zahra Rifaiyah Bojong? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, proses analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas permainan estafet hula hoop dilaksanakan melalui tahap perencanaan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH), pelaksanaan mengenalkan langkah-langkah dan aturan bermain, dan evaluasi menggunakan teknik penilaian ceklist dan catatan anekdot. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa permainan estafet hula hoop dapat menstimulasi beberapa indikator perkembangan motorik kasar anak, seperti melatih koordinasi gerak tubuh, keseimbangan tubuh, dan kelincahan, Adapun faktor pendukung kondisi anak yang sehat, lingkungan bermain yang luas serta ketersediaan alat permainan yang memadai. Faktor penghambat yang ditemukan berasal dari kondisi gizi dan kepribadian anak.
| 25SK2524050.00 | SK PIAUD 25.050 ELS a | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain