SKRIPSI PIAUD
Implementasi Bi>'Ah Lugawiyyah Pendidikan Anak Dalam Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Di Era 5.0
Latar belakang penelitian ini adalah pendidikan anak sangat penting untuk membangun generasi yang berkualitas, terutama di era 5.0, yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan big data. Dalam konteks ini, masalah utama adalah bagaimana menggabungkan prinsip-prinsip Islam dengan penggunaan teknologi dalam proses pendidikan anak usia dini. Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, menekankan betapa pentingnya pendidikan anak yang luas dan menyeluruh, yang tidak hanya berfokus pada aspek intelektual tetapi juga pada pembentukan moralitas, spiritualitas, dan karakter sejak usia dini. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Pendidikan anak perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan bagaimana relevansinya dengan era 5.0. penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang merupakan jenis penelitian kepustakaan. Metode ini dipilih karena penelitian ini berfokus pada mempelajari konsep pendidikan anak menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah secara menyeluruh, serta relevansinya dengan era 5.0, dengan menganalisis literatur, karya Ibnu Qayyim, dan sumber ilmiah tentang pendidikan anak dan perkembangan teknologi. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, buku, jurnal, dan sumber-sumber relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Pendidikan anak usia dini menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, menekankan betapa pentingnya untuk mengembangkan seluruh potensi anak secara menyeluruh, termasuk fisik, akal, hati, dan spiritualitas. Pendidikan anak harus dimulai sejak dini bahkan sebelum kelahiran, dengan penekanan pada pembangunan karakter dan pengembangan akhlak, tauhid, dan ibadah. Keluarga, terutama orang tua, memiliki peran penting sebagai pendidik utama, dan mereka bertanggung jawab untuk memberikan teladan dan membimbing anak-anak mereka berdasarkan ajaran Islam. Relevansi Pendidikan anak usia dini menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah di era 5.0, sangat tinggi mengingat kendala yang dihadapi oleh kemajuan teknologi yang pesat, sehingga penting untuk menggabungkan pemanfaatan teknologi dengan penerapan prinsip moral, spiritual, dan karakter Islami. Di era 5.0, pendidikan tidak hanya mengajarkan kemampuan teknologi, mereka juga mengajarkan etika, pemikiran kritis, inovasi, kerja tim, dan keterampilan komunikasi. Oleh karena itu, ideide Ibnu Qayyim masih relevan dan dapat digunakan sebagai pedoman untuk membangun generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman sambil mempertahankan identitas dan nilai-nilai Islam.
| 25SK2524047.00 | SK PIAUD 25.047 RAH i | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain