SKRIPSI PIAUD
Upaya Guru Dalam Pemberian Makanan Tambahan Guna Mencegah Jajan Sembarangan di RA Muslimat Nu Prawasan Barat
Latar belakang ini dilatar belakangi oleh hasil data kementrian kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2023, bahwa terdapat 4.792 kasus keracunan makanan. Jumlah kasus keracunan pangan meningkat lebih dari 1.000 kasus dibanding sepanjang 2022 yang totalnya tercatat 3.514. sedangkan di Kabupaten Kudus Jawa Tengah terdapat 26 anak sekolah dasar mengalami kasus keracunan makanan. Makanan tersebut berasal dari pedagang yang berada di depan sekolah. Jajanan sembarangan merupakan jenis jajanan yang banyak di perjual belikan di pingir jalan dan dijual oleh pedagang kaki lima. Di RA Muslimat NU prawasan Barat bahawasanya terjadi tindakkan protes dari wali murid terkait kebiasaan anak dalam mengonsumsi jajan sembarangan yang banyak dijual di depan sekolah. Sehingga berdampak pada kesehatan anak tersebut, seperti banyaknya anak yang mengalami radang tenggorokan sampai dengan amandel yang tentunya mengganggu proses pembelajaran serta banyaknya anak yang izin tidak masuk sekolah. Maka dari itu perlu adanya upaya guru dalam pemberian makanan tambahan guna mencegah jajan sembarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mendeskripsikan bagaimana upaya guru dalam pemberian makanan tambahan guna mencegah jajan sembarangan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam tahap pendahuluan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan istrumen pengumpulan datanya berupa pedoman wawancara, observasi, serta pedoman dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru yaitu melalui pembuatan program pemberian makanan tambahan yang dilakukan setiap hari, setiap hari Ahad dan satu bulan sekali. Membuat menu pemberian makanan tambahan yang dibuat dalam satu minggu sekali. Mengedukasikan tentang pentingnya makanan tambahan kepada anak melalui pembelajaran dan mensosialisasikan kepada wali murid ketika adanya pertemuan wali murid. Memberikan makanan tambahan guna mencegah jajan sembarangan. Hambatan yang dihadapi guru yaitu jadwal pelaksanaan pemberian makanan tambahan, anggaran untuk program pemberian makanan tambahan, dan pelaksanaan pemberin makanan tambahan. Adapun solusi yang dilakukan yaitu pembuatan jadwal harian untuk pemesanan makanan agar pembagian tugas lebih adil dan terorganisir, peminjaman dana sementara untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan membayar SPP, penyesuaian pendekatan agar mereka tetap mendapatkan pemahaman kebiasaan individu anak dan asupan nutrisi yang cukup.
| 25SK2524021.00 | SK PIAUD 25.021 MAU u | My Library (Lantai 3, Local Content) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain